Tapanuli Tengah – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah, menjadi sorotan setelah sejumlah orang tua siswa mengeluhkan dugaan kualitas makanan yang tidak layak konsumsi.
Keluhan itu muncul di tengah langkah tegas Badan Gizi Nasional (BGN) yang per akhir Juli 2026 telah menutup permanen 833 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia karena gagal memenuhi standar higienitas, sanitasi, dan pengelolaan limbah (IPAL).
WARGA DATANGI DAPUR MBG DI LUMUT
Dilansir oleh Media kabarnusa24.com, sejumlah ibu rumah tangga mendatangi dapur MBG yang dikelola Yayasan Tri Bangun Semesta di bawah SPPG BGN, Selasa (5/8/2026).
Mereka mengeluhkan nasi yang berbau seperti basi, daging ayam yang masih terlihat kemerahan diduga belum matang sempurna, serta buah salak yang rasanya terlalu masam.
Warga yang hadir di antaranya Reni, Desy, Siti Raijah, Umak Yunna, Mak Zairah, Restu, dan Mak Raisa. Mereka meminta pengelola mengevaluasi proses pengolahan, penyimpanan, hingga pendistribusian makanan.
“Kami hanya ingin anak-anak dapat makanan yang aman dan bergizi. Tolong laporan masyarakat ditindaklanjuti serius,” kata salah seorang warga.
SEKOLAH SIAP HENTIKAN SEMENTARA, DAPUR MINTA MAAF
Pihak sekolah mendukung aspirasi warga. Kepala sekolah menyatakan siap menerima keputusan apa pun demi kepentingan peserta didik, termasuk menghentikan sementara program MBG di PAUD Bangun Gembira hingga persoalan kualitas makanan jelas.
Perwakilan dapur MBG yang tidak mau disebutkan namanya mengaku belum menerima laporan resmi. Namun pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas sikap kurang berkenan salah seorang petugas saat menerima warga, dan berkomitmen melakukan evaluasi.
BGN PERKETAT PENGAWASAN NASIONAL, TERMASUK SUMUT
Ironisnya, persoalan di Lumut terjadi saat BGN sedang gencar melakukan pembenahan internal.
Per akhir Juli 2026, BGN telah menutup permanen 833 dapur SPPG di berbagai wilayah karena gagal standar. Sumatera Utara juga menjadi titik pengawasan ketat. BGN bahkan sempat menghentikan sementara ratusan dapur di Sumut untuk pemeriksaan kualitas air dan sampah dapur.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Yayasan Tri Bangun Semesta maupun BGN terkait dugaan kualitas menu MBG di Lumut. Dugaan tersebut masih menunggu verifikasi dan tindak lanjut pihak terkait. (wr warasi)


