Banner iklan Muba

Jalan Alternatif Jawi-Jawi–Cupak Dipenuhi Lubang, Keselamatan Pengguna Jalan Dipertaruhkan

More articles

Kabupaten Solok — Jalur alternatif Jawi-Jawi–Cupak, Kabupaten Solok, kini menghadapi persoalan serius. Sejumlah titik badan jalan dibongkar untuk pekerjaan jaringan pipa, sementara lubang galian dan saluran drainase yang rusak dibiarkan dalam kondisi yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena ruas ini tengah menjadi akses penting bagi kendaraan yang dialihkan dari jalan nasional di Nagari Talang yang menerapkan sistem buka-tutup. Artinya, ketika volume kendaraan meningkat, risiko kecelakaan akibat galian terbuka dan kerusakan tepi jalan pun ikut membesar.

Pantauan Fokus TKP di lapangan menemukan sejumlah galian memanjang yang belum sepenuhnya dipulihkan. Pada beberapa titik, struktur tanah di sisi badan jalan tampak mengalami keretakan dan longsor, sementara saluran drainase juga mengalami kerusakan.

Kondisi seperti ini bukan sekadar persoalan kenyamanan. Ketika sebuah ruas jalan berubah menjadi jalur alternatif dengan intensitas kendaraan yang meningkat, keberadaan lubang galian, tepi jalan yang rawan ambruk, serta minimnya pengamanan menjadi persoalan keselamatan yang tidak bisa dianggap sepele.

Direktur Utama PDAM Kabupaten Solok, Febri, membenarkan bahwa pekerjaan tersebut berkaitan dengan proyek penanganan pascabencana hidrometeorologi untuk melayani wilayah Guguak dan sekitarnya.

Menurut Febri, pekerjaan pemasangan jaringan pipa membentang dari kawasan Bukit Gompong hingga Jawi-Jawi dan berada pada ruas jalan kabupaten.

“Pelaksana pekerjaan ini adalah BUMN PT Wijaya Karya berkedudukan di Jakarta, sedangkan pengawasan teknis proyek ditangani oleh PT Arkonin Engineering juga dari Jakarta,” ujar Febri saat dikonfirmasi.

Namun, status pekerjaan sebagai proyek pascabencana tidak serta-merta menghapus kewajiban menjaga keselamatan masyarakat selama pekerjaan berlangsung. Justru ketika proyek dilaksanakan di ruas jalan yang aktif digunakan masyarakat, aspek pengamanan lokasi menjadi bagian yang sangat penting.

Galian terbuka semestinya tidak dibiarkan tanpa perlindungan memadai. Rambu peringatan, pembatas, penerangan pada titik tertentu, serta pengamanan dan pemulihan sementara pada bagian jalan yang rawan menjadi kebutuhan mendesak, terlebih ketika arus kendaraan sedang dialihkan.

Febri menyebut, kondisi lapangan tersebut telah disampaikan kepada pihak pelaksana. PDAM Kabupaten Solok bersama Pemerintah Daerah melalui Dinas PUPR juga disebut terus melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap pekerjaan.

“Seluruh informasi dan catatan kondisi di lapangan sudah kami sampaikan kepada pihak PT Wijaya Karya selaku kontraktor pelaksana. PDAM dan Dinas PUPR terus berkoordinasi dan mengawasi agar aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama selama proyek berlangsung,” tegasnya.

Persoalannya kini berada pada tindak lanjut di lapangan. Jangan sampai keselamatan pengguna jalan baru menjadi perhatian setelah terjadi kecelakaan, kendaraan terperosok, atau kerusakan badan jalan semakin parah.

Jalur Jawi-Jawi–Cupak saat ini bukan sekadar jalan alternatif biasa. Dengan diberlakukannya sistem buka-tutup di jalan nasional kawasan Nagari Talang, ruas tersebut menjadi salah satu tumpuan pergerakan masyarakat dan kendaraan.

Karena itu, pengamanan terhadap setiap titik pekerjaan menjadi hal yang tidak bisa ditunda. Kontraktor dan pihak terkait dituntut memastikan galian tidak membahayakan pengguna jalan serta melakukan pemulihan terhadap bagian jalan yang terdampak pekerjaan sesuai ketentuan teknis.

Masyarakat pun kini menunggu langkah konkret. Bukan sekadar koordinasi dan pengawasan, tetapi tindakan nyata di lapangan agar lubang-lubang berbahaya segera diamankan dan kondisi jalan kembali layak serta aman dilalui.

Jangan tunggu ada korban. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas sebelum proyek dinyatakan selesai. (Rian) 

About The Author

spot_img

Latest