BUKITTINGGI – Pemerintah Kota Bukittinggi menyiapkan rangkaian kegiatan berskala internasional untuk memperingati satu abad keberadaan Jam Gadang, ikon kebanggaan masyarakat Sumatera Barat. Perayaan tersebut akan diisi berbagai agenda seni, budaya, literasi, hingga ekonomi kreatif yang melibatkan peserta dari berbagai negara.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengatakan peringatan 100 tahun Jam Gadang menjadi momentum untuk memperkenalkan ikon kota itu ke tingkat global.
“Jam Gadang tidak perlu diperkenalkan lagi di tingkat nasional. Kini saatnya dikenal lebih luas di tingkat internasional. Ada sekitar 20 kegiatan yang digelar sejak awal Juni hingga puncak acara pada 21 Juni. Sebanyak 36 delegasi dan duta besar dari berbagai negara dijadwalkan hadir,” ujarnya.
Rangkaian perayaan dikemas melalui penyelenggaraan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 yang mengangkat tema “100 Years of Jam Gadang & From Literacy to Legacy: Building Wealth, Peace and Sustainability Learning”. Festival ini akan berlangsung selama lima hari dan menghadirkan beragam kegiatan yang memadukan literasi, kebudayaan, pendidikan, serta promosi pariwisata.
Peserta yang terlibat berasal dari sejumlah negara, di antaranya Australia, Inggris, Jerman, Rusia, India, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Spanyol, Palestina, dan Yaman. Mereka terdiri dari peserta umum, pembicara, penulis, penyair, hingga pelaku seni pertunjukan.
Selama festival berlangsung, kawasan Jam Gadang dan Pasar Atas akan menjadi pusat kegiatan. Pengunjung dapat menikmati pameran buku, bazar produk UMKM, hingga atraksi melukis langsung yang melibatkan seniman dari berbagai daerah.
Agenda lainnya mencakup seminar sejarah yang membahas perjalanan dan nilai historis Jam Gadang, penanaman 100 pohon sebagai simbol kepedulian lingkungan, pembacaan puisi bertema alam, serta kunjungan ke sejumlah destinasi wisata unggulan di Bukittinggi.
Pada malam hari, masyarakat dan wisatawan akan disuguhi pertunjukan budaya seperti Festival Randai dan berbagai kesenian tradisional Minangkabau. Selain itu, akan digelar peluncuran 100 judul buku, pameran kaligrafi dan lukisan sepanjang 100 meter, serta seminar kebudayaan yang menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri.
Pemerintah Kota Bukittinggi juga menjadwalkan diskusi mengenai pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Para delegasi internasional akan mengikuti program kunjungan edukatif ke sekolah-sekolah serta mengunjungi sejumlah objek bersejarah, termasuk Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta.
Puncak kemeriahan festival ditandai dengan parade budaya yang menampilkan 1.000 perempuan mengenakan busana adat Minangkabau. Selain itu, sebanyak 100 penyair dari berbagai negara dijadwalkan ambil bagian dalam kegiatan pembacaan puisi dunia atau World Poetry Reading.
Menjelang penutupan, panitia akan menggelar kegiatan olahraga masyarakat bertajuk IMLF Jam Gadang Fun Run yang ditargetkan diikuti sekitar 1.500 hingga 2.000 peserta. Berbagai kegiatan pendukung, termasuk lomba mewarnai untuk anak-anak, juga akan meramaikan kawasan Jam Gadang.
Pemerintah Kota Bukittinggi memperkirakan festival ini mampu menarik ratusan hingga ribuan pengunjung setiap hari. Kehadiran wisatawan dan delegasi internasional diharapkan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, terutama bagi pelaku UMKM, sektor pariwisata, dan industri kreatif di daerah tersebut.

