Bukittinggi — Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bukittinggi menegur sepasang muda-mudi yang kedapatan berduaan di kawasan Monumen Bung Hatta saat patroli rutin, Minggu (3/5/2026).
Peneguran tersebut dilakukan sebagai langkah persuasif guna mencegah potensi pelanggaran norma kesopanan di ruang publik. Petugas memberikan nasihat dan meminta pasangan tersebut untuk kembali ke rumah masing-masing, mengingat lokasi tersebut merupakan fasilitas umum sekaligus kawasan bersejarah yang banyak dikunjungi masyarakat.
Kepala Satpol PP Bukittinggi menyebutkan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari upaya preventif dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum), serta menciptakan suasana yang nyaman bagi pengunjung.
“Pendekatan yang dilakukan bersifat humanis. Kami mengedepankan pembinaan agar masyarakat, khususnya generasi muda, memahami pentingnya menjaga etika di ruang publik,” ujarnya.
Penertiban tersebut mengacu pada Peraturan Daerah Kota Bukittinggi Nomor 2 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum serta Pelindungan Masyarakat.
Dalam regulasi tersebut, khususnya Pasal 41, disebutkan bahwa setiap orang atau kelompok dilarang melakukan perbuatan yang tergolong maksiat dalam rangka menjaga tertib sosial. Aktivitas berduaan di tempat umum yang berpotensi melanggar norma juga menjadi bagian dari pengawasan.
Sementara itu, pada Pasal 43 diatur mengenai sanksi administratif bagi pelanggar, mulai dari teguran lisan atau tertulis, penghentian kegiatan, hingga rehabilitasi sosial sesuai tingkat pelanggaran.
Satpol PP Bukittinggi secara rutin menggelar patroli di sejumlah titik strategis seperti taman kota, jalan raya, dan objek wisata guna mengantisipasi penyakit masyarakat (pekat) serta menjaga nilai-nilai adat dan agama yang berlaku.
Kebijakan ini dilandasi filosofi masyarakat Minangkabau, yakni “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”, yang menjadi pedoman dalam menjaga norma kehidupan sosial di tengah masyarakat.
Dengan adanya pengawasan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga sikap dan perilaku di ruang publik, terutama di kawasan yang memiliki nilai sejarah seperti Monumen Bung Hatta. **/Ns

