PADANG — Aparat Satlantas Polresta Padang masih melakukan penyelidikan intensif terkait kecelakaan beruntun yang terjadi di kawasan Jembatan Padang Besi, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu pagi (10/5/2026).
Peristiwa tragis yang terjadi di jalur padat menuju kawasan Indarung itu melibatkan sedikitnya lima kendaraan dan menyebabkan dua orang meninggal dunia serta lima lainnya mengalami luka-luka. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan kegagalan sistem pengereman atau rem blong pada sebuah truk Hino yang ikut terlibat dalam tabrakan maut tersebut.
Kasat Lantas Polresta Padang, AKP Riwal Maulidinata, mengatakan bahwa pihak kepolisian hingga kini masih mendalami penyebab pasti kecelakaan dan belum ingin terburu-buru menyimpulkan faktor utama pemicu insiden tersebut.
“Untuk penyebab kecelakaan sementara masih kita dalami. Nanti untuk penyebab pastinya akan kita pastikan kembali setelah proses penyelidikan selesai,” ujar AKP Riwal saat diwawancarai di lokasi kejadian.
Menurutnya, proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan secara menyeluruh guna mengumpulkan bukti-bukti penting, termasuk memeriksa kondisi kendaraan, jejak pengereman di jalan, serta keterangan dari para saksi mata dan pengemudi yang selamat.
Lima Kendaraan Ringsek di Lokasi Kejadian
Berdasarkan hasil pendataan sementara di lokasi, polisi mencatat ada lima kendaraan yang mengalami kerusakan akibat benturan keras dalam kecelakaan beruntun tersebut. Namun jumlah itu masih bisa bertambah seiring pendalaman data di lapangan.
“Sementara dari hasil TKP kita ada lima kendaraan yang terlibat kecelakaan. Apabila ada penambahan jumlah kendaraan yang terlibat akan kami informasikan kembali,” katanya.
Benturan keras menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian depan dan samping kendaraan. Beberapa kendaraan bahkan terlihat ringsek hingga nyaris tak berbentuk, menggambarkan dahsyatnya tabrakan yang terjadi di jalur tersebut.
Kecelakaan ini juga sempat menyebabkan arus lalu lintas di kawasan Padang Besi mengalami kemacetan panjang. Petugas kepolisian bersama warga sekitar berjibaku mengevakuasi korban dan memindahkan kendaraan yang menutup badan jalan.
Dua Korban Meninggal, Lima Luka-Luka
AKP Riwal menjelaskan, pihaknya telah mendata sedikitnya tujuh korban dalam insiden tersebut. Dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia, sementara lima korban lain mengalami luka-luka dan mendapat perawatan medis di rumah sakit.
“Untuk korban, tadi anggota kita sudah ke Semen Padang Hospital dan RS Unand. Terdata ada tujuh korban. Dua orang meninggal dunia dan lima orang lainnya mengalami luka-luka,” jelasnya.
Meski demikian, polisi masih melakukan identifikasi lebih lanjut terkait identitas korban serta kendaraan yang mereka tumpangi saat kecelakaan terjadi.
“Sementara untuk yang meninggal ini belum bisa kami pastikan korban mobil mana,” ujarnya.
Suasana duka dan kepanikan sempat menyelimuti lokasi kejadian. Sejumlah keluarga korban terlihat berdatangan ke rumah sakit untuk mencari informasi mengenai kondisi anggota keluarga mereka yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.
Dugaan Rem Blong Masih Didalami
Salah satu hal yang menjadi perhatian utama penyidik adalah dugaan rem blong pada truk Hino yang disebut-sebut menjadi pemicu tabrakan beruntun tersebut. Namun demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa dugaan itu masih sebatas indikasi awal dan belum dapat dipastikan sebelum proses pemeriksaan teknis selesai dilakukan.
“Kita belum bisa simpulkan karena masih proses penyelidikan, sehingga nanti kita dalami lagi dan perkembangan akan kami laporkan nantinya,” kata AKP Riwal.
Pemeriksaan mendalam terhadap sistem pengereman truk akan dilakukan guna memastikan apakah benar terjadi kegagalan fungsi kendaraan atau ada faktor lain seperti kelalaian pengemudi, kondisi jalan, hingga faktor cuaca yang turut memicu kecelakaan.
Sopir Truk Diamankan Polisi
Sementara itu, sopir truk Hino yang terlibat dalam kecelakaan tersebut telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Sopir sendiri sudah diamankan. Saat ini kita amankan di Polsek Lubuk Kilangan,” ujar AKP Riwal.
Polisi memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional dan transparan guna mengungkap kronologi pasti kecelakaan maut yang mengguncang warga Kota Padang tersebut.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras akan pentingnya pemeriksaan kelayakan kendaraan, terutama angkutan berat yang melintas di jalur padat dan kawasan menurun seperti wilayah Padang Besi-Indarung. Warga berharap penyebab pasti kecelakaan segera terungkap agar kejadian serupa tidak kembali memakan korban jiwa.

