OKU TIMUR — Proses penimbunan badan jalan sebagai salah satu sasaran fisik utama program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0403/OKU terus berjalan secara bertahap dan terarah di Desa Mengulak, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur. Hingga Kamis (22/10/2026), kemajuan pengerjaan penimbunan telah mencapai 45,5 persen dari total rencana sepanjang 600 meter dengan lebar 6 meter.
Pengerjaan dilakukan dengan memanfaatkan sumber galian di sekitar lokasi, di mana alat berat ekskavator dikerahkan untuk menggali, mengangkut, serta meratakan tanah guna membentuk badan jalan yang kokoh dan padat. Kegiatan ini menjadi fondasi penting sebelum memasuki tahap pemadatan dan pelapisan lanjutan, sehingga setiap pemindahan tanah diperhatikan dengan cermat agar kestabilan struktur jalan terjamin.
Kehadiran alat berat beroperasi optimal sejak pagi hingga sore didukung perlengkapan pendukung lainnya, mempercepat proses pengangkutan material galian tanpa mengurangi ketelitian perataan. Suasana lokasi pengerjaan terlihat sibuk namun tertib, dengan tumpukan tanah yang terus berkurang dan permukaan badan jalan perlahan terbentuk sesuai ukuran yang direncanakan.
Komandan Satgas TMMD ke-130, Letkol Kav Dicky Prasojo, S.H., M.Han., menegaskan bahwa kemajuan 45,5 persen ini menunjukkan pekerjaan berjalan sesuai jalur yang ditetapkan.
“Penimbunan ini adalah langkah awal yang sangat menentukan kualitas jalan ke depannya. Kami memastikan setiap lapisan tanah dipadatkan dengan baik, sehingga jalan ini nantinya kokoh, tahan lama, dan aman digunakan warga. Dengan dukungan alat berat serta kerja sama seluruh pihak, kami optimis sisa pengerjaan dapat diselesaikan tepat waktu,” ujar Letkol Dicky.
Ia menambahkan, kemajuan penimbunan ini juga berdampak positif pada kelancaran tahapan pekerjaan berikutnya, mulai dari penyiapan badan jalan hingga pembangunan talud penahan tanah yang juga berjalan beriringan.
Warga Desa Mengulak menyambut baik kemajuan yang terlihat nyata ini. Mereka berharap jalan yang sedang dibangun tidak hanya mempermudah perjalanan sehari-hari, tetapi juga memperlancar pengangkutan hasil bumi ke pasar, yang pada akhirnya mendongkrak perekonomian keluarga dan desa.
Dengan kemajuan yang terus ditingkatkan, penimbunan jalan sepanjang 600 meter ini diharapkan segera tuntas, sehingga masyarakat dapat segera menikmati akses transportasi yang lebih baik, lebar, dan kokoh.(*)


