Banner iklan Muba

Wabup Malang Sambangi Assa’idiyyah, Gus Ali Bidik Pesantren Jadi Percontohan

More articles

MALANG — Penguatan ketahanan pangan mulai didorong melalui lingkungan pendidikan di Kabupaten Malang. Tak sekadar menjadi tempat menimba ilmu, sekolah dan pesantren diharapkan mampu membangun kemandirian, menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, serta membentuk generasi muda yang sehat, kreatif, dan berkarakter.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Sambang Sekolah sekaligus Panen Perdana Swasembada Pangan Berbasis Sekolah yang digelar di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (20/10/2026). Mengusung tema “Bersinergi Menuju Sekolah Gratis Berbasis Ketahanan Pangan Demi Mewujudkan Generasi Sehat, Kreatif dan Mandiri”, kegiatan ini menyasar empat lembaga pendidikan, yakni SMP Negeri 2 Kepanjen, SD Negeri 4 Panggungrejo, SMP Negeri 1 Kepanjen, dan Pondok Pesantren Al-Qur’an Assa’idiyyah Kepanjen.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Malang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kepanjen, serta jajaran TNI-Polri.

Kunjungan yang mencapai puncaknya di Pondok Pesantren Al-Qur’an Assa’idiyyah Kepanjen itu sekaligus menjadi momentum bagi pengelola pesantren untuk menyampaikan visi pengembangan lembaga, mulai dari pendidikan karakter, kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, hingga peningkatan kompetensi santri.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur’an Assa’idiyyah Kepanjen, Gus H. Ali Mustofa bin KH. Ahmad Suyuthi Dahlan, yang dikenal dengan sapaan Gus Ali atau Gus H. Ali Musthofa Asady, S.Psi., menyambut positif kunjungan tersebut. Menurutnya, perhatian pemerintah daerah menjadi dorongan bagi pesantren untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pendidikan.

“Jelas, kunjungan ini bagi lembaga kami cukup berarti untuk memberikan motivasi agar kami terus memacu diri untuk berkembang dan menjadi pesantren uswah,” ungkap Gus Ali usai kunjungan Wakil Bupati Malang.

Gus Ali menegaskan, pihaknya memiliki cita-cita menjadikan Pondok Pesantren Al-Qur’an Assa’idiyyah sebagai pesantren percontohan dalam berbagai aspek. Target tersebut tidak hanya menyangkut kualitas pendidikan agama, tetapi juga pembentukan karakter, kemandirian, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan.

Baginya, predikat pesantren percontohan tidak cukup berhenti pada slogan atau formalitas. Diperlukan komitmen bersama seluruh unsur pesantren agar cita-cita tersebut benar-benar diwujudkan melalui program dan kebiasaan nyata.

“Harapan kami ke depan menjadi pesantren uswah, pesantren percontohan di dalam segala hal. Tentunya ini bukan sekadar isapan jempol atau formalitas, tetapi harus kita perjuangkan bersama-sama,” tegasnya.

Selain penguatan karakter dan kemandirian, Assa’idiyyah juga mengembangkan program peningkatan kemampuan bahasa asing bagi para santri. Saat ini, pesantren menjalankan program intensif bahasa Arab dan bahasa Inggris bagi santri kelas X dan XI tingkat aliyah selama kurang lebih tiga setengah bulan.

Program tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan komunikasi santri sekaligus membuka wawasan mereka terhadap peluang pendidikan yang lebih luas. Ke depan, pihak pesantren menargetkan santri kelas X lebih menguasai bahasa Arab, sedangkan santri kelas XI diarahkan memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik.

Penguasaan kedua bahasa itu diharapkan menjadi bekal bagi santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, termasuk membuka peluang menempuh pendidikan di luar negeri.

Berdiri Sejak 2020, Peminat PPDB 2027 Mulai Terdata

Pondok Pesantren Al-Qur’an Assa’idiyyah Kepanjen berdiri pada 2020 dan terus berupaya mengembangkan kualitas pendidikan serta pelayanan kepada santri. Keberadaannya juga mulai menjangkau peserta didik dari berbagai daerah di Indonesia.

Gus Ali menyebutkan, santri yang menempuh pendidikan di pesantrennya berasal dari sejumlah wilayah, antara lain Batam, Pontianak, Bali, Jakarta, Madura, dan Malang Raya.

Saat ini, pengelola masih memprioritaskan pendidikan bagi santri putri. Meski terdapat permintaan untuk membuka pendidikan bagi santri putra, pengembangan tersebut belum dilakukan karena pihak pesantren memilih mengutamakan kesiapan lembaga dan keberlanjutan mutu pendidikan.

Menurut Gus Ali, pengembangan lembaga pendidikan harus dilakukan secara terukur. Pihaknya ingin memastikan proses pendidikan berjalan baik, termasuk melihat perkembangan dan tindak lanjut para lulusan sebelum memperluas cakupan layanan pendidikan.

“Kami masih bertahap. Kami ingin benar-benar mengetahui bagaimana tindak lanjut dan perkembangan lulusan kami sebelum mengembangkan program yang lebih luas,” jelasnya.

Terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB), Gus Ali menjelaskan bahwa pendaftaran rutin dibuka setiap peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober.

Untuk tahun ajaran 2027, calon peserta didik yang telah mendaftar lebih awal atau masuk daftar inden disebut mencapai sekitar 120 orang untuk jenjang SMP dan 80 orang untuk jenjang aliyah.

Jumlah tersebut menjadi gambaran awal minat masyarakat terhadap lembaga pendidikan yang memadukan pendidikan formal dengan pembinaan keagamaan di lingkungan pesantren.

Menutup keterangannya, Gus Ali menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Bupati Malang. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dapat terus diperkuat agar pesantren mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan sumber daya manusia.

“Kunjungan beliau ke lembaga kami memberikan nilai positif. Kami optimistis mampu memberikan kontribusi terbaik ke depan untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas, berkarakter, dan berakhlakul karimah,” pungkasnya.

Sementara itu, melalui program swasembada pangan berbasis sekolah, pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat peran lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai kemandirian sejak dini. Sinergi antara pemerintah, sekolah, pesantren, dan masyarakat menjadi penting agar pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membekali generasi muda dengan keterampilan hidup, kepedulian lingkungan, serta karakter yang kuat. Guh

About The Author

spot_img

Latest