AGAM – Setelah sempat lumpuh total akibat longsor yang terjadi Kamis malam (7/5/2026), akses jalan provinsi di kawasan Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam kini mulai bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Namun demi alasan keselamatan, petugas masih memberlakukan sistem buka tutup karena proses pembersihan material longsor dan pengamanan tebing di lokasi masih terus berlangsung.
Sejak Jumat pagi (8/5/2026), alat berat milik Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat bersama tim gabungan terlihat terus bekerja membersihkan timbunan tanah, batu dan lumpur yang sebelumnya menutup badan jalan sepanjang sekitar 50 meter.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam, Roza Syadefianti mengatakan, pemerintah daerah bergerak cepat berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar akses utama masyarakat tersebut segera kembali dapat digunakan.
“Alhamdulillah, saat ini kendaraan roda dua dan roda empat sudah dapat melewati lokasi longsor dengan sistem buka tutup. Petugas masih bersiaga di lapangan untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus memastikan keamanan pengguna jalan,” ujar Roza Syadefianti, Jumat.
Menurutnya, cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Agam, terutama kawasan perbukitan dan jalur rawan longsor seperti Sungai Landia.
Karena itu masyarakat diminta tetap berhati-hati, khususnya saat melintas pada malam hari atau ketika hujan deras turun.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami mengimbau pengguna jalan agar mematuhi arahan petugas di lapangan dan tidak memaksakan melintas apabila kondisi cuaca memburuk,” tambahnya.
Selain melakukan pembersihan material, petugas juga terus memantau kondisi tebing di sekitar lokasi karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan. Sejumlah titik retakan tanah masih terlihat akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Sistem buka tutup diterapkan untuk menghindari antrean panjang sekaligus memberi ruang bagi alat berat bekerja membersihkan sisa material yang masih menumpuk di bahu jalan.
Meski akses mulai normal, pengendara diminta tetap meningkatkan kewaspadaan karena kondisi jalan masih licin dan berlumpur.
Pemerintah Kabupaten Agam juga terus berkoordinasi dengan pihak provinsi guna mempercepat penanganan permanen di kawasan rawan longsor tersebut. (*)


