Malang – Ribuan warga dari berbagai pelosok Malang Selatan tumpah ruah di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pondok Dadap, Dusun Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Sabtu (27/9/2025). Mereka hadir untuk mengikuti Syukuran Nelayan dan Petik Laut 2025, sebuah tradisi adat turun-temurun yang sarat makna spiritual dan sosial.
Acara yang rutin digelar setiap tahun ini menjadi momentum kebersamaan, rasa syukur, sekaligus doa agar nelayan senantiasa diberi keselamatan, hasil laut melimpah, serta keberkahan bagi seluruh masyarakat pesisir.
Dalam sambutannya, Pemerintah Kabupaten Malang menyampaikan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, serta penghargaan kepada semua pihak yang terlibat.
“Alhamdulillah, atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, kita semua bisa hadir dalam acara tahunan Syukuran Nelayan dan Petik Laut. Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Tambakrejo, panitia penyelenggara, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh nelayan yang telah bekerja keras sehingga acara ini berjalan lancar, khidmat, dan penuh kebersamaan,” demikian disampaikan dalam sambutan.
Syukuran Nelayan dan Petik Laut bukan sekadar prosesi adat, tetapi simbol kuat dari budaya maritim yang diwariskan turun-temurun. Dalam tradisi ini, masyarakat pesisir diajak untuk selalu menjaga persaudaraan, mempererat gotong royong, dan menumbuhkan semangat bekerja keras demi kesejahteraan bersama.
“Tradisi ini mencerminkan betapa masyarakat Sendangbiru menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Kita diajarkan untuk selalu berbagi, tolong-menolong, dan menyatukan langkah menghadapi tantangan hidup. Semangat gotong royong dan persatuan ini adalah kekuatan besar yang harus terus kita rawat,” lanjutnya.
Selain bernuansa adat, Petik Laut juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kehadiran ribuan pengunjung membuat kawasan Sendangbiru ramai dengan aktivitas UMKM, kuliner khas pesisir, hingga atraksi budaya. Pemerintah Kabupaten Malang menilai hal ini sebagai peluang untuk memperkuat ekonomi lokal dan pariwisata bahari.
“Kegiatan Petik Laut bisa menjadi daya tarik wisata unggulan Malang Selatan. Selain melestarikan budaya, tradisi ini juga mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Produk UMKM, kuliner, hingga hasil olahan laut bisa menjadi nilai tambah yang bermanfaat bagi kesejahteraan nelayan dan warga,” ujarnya.
Tradisi Petik Laut puncaknya ditandai dengan prosesi larung sesaji ke laut sebagai simbol rasa syukur atas karunia hasil laut dan doa untuk keselamatan. Prosesi ini diikuti dengan penuh khidmat oleh nelayan dan masyarakat yang memadati bibir pantai Sendangbiru.
“Semoga masyarakat dan nelayan Tambakrejo, khususnya Sendangbiru, selalu diberikan rezeki yang melimpah, kesehatan, dan kesejahteraan. Mari kita rawat laut kita, kita syukuri hasilnya, dan kita jaga kelestariannya untuk diwariskan kepada anak cucu kita,” tutup sambutan.
Usai prosesi larung sesaji, acara dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan hiburan rakyat seperti kesenian tradisional, musik, hingga lomba rakyat yang membuat suasana semakin semarak. Tradisi Petik Laut di Sendangbiru pun bukan hanya sakral, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi, hiburan, dan pesta rakyat pesisir yang dinanti-nantikan setiap tahunnya. Guh

