Telur ayam merupakan sumber protein yang cukup terjangkau dan disukai banyak orang. Selain itu, telur juga kaya akan kandungan protein, vitamin, mineral dan lemak yang baik bagi tubuh. Meski begitu untuk mendapatkan kandungan yang tepat pada telur agar baik untuk kesehatan tubuh, perlu adanya aturan dan cara mengolah telur yang benar.
Dikutip Kompas dari laman resmi IPB University Minggu (12/4/2026) Prof Rachman Noor pakar Genetika Ekologi IPB University menjelaskan bahwa masih ada perdebatan dalam mengonsumsi telur yang tepat karena bagian kuning dalam telur yang mengandung jumlah kolesterol yang cukup tinggi. Lantas bagaimana cara mengolah dan mengonsumsi telur yang benar untuk kesehatan tubuh? Berikut penjelasan lengkapnya.
Ada berbagai metode memasak telur yang seringkali kita jumpai. Namun, ada kemungkinan proses pengolahannya kurang tepat, sehingga nilai nutrisi yang baik dari telur dapat berkurang drastis. Prof Ronny menyebutkan bahwa memasak dan mengolah telur menjadi hal yang sangat krusial agar bakteri berbahaya dalam telur tidak termakan begitu saja.
Ia memaparkan, cara memasak telur yang paling umum yakni lakukan perebusan telur selama 6-10 menit agar hasil telurnya benar-benar matang. Kemudian, jika ingin merebus telur dengan suhu yang lebih rendah yakni 71-82 derajat Celcius selama 3 menit. Cara lainnya yaitu dengan menggoreng. Jika ingin menggoreng telur pastikan dengan minyak agar telur dapat matang sempurna. Kamu juga bisa memanggang telur dengan oven, mengocok telur dan menggorengnya menjadi orak-arik, memasak telur dengan microwave.
Menurut Prof Ronny, prinsip dalam memasak telur adalah dengan tidak menggunakan panas yang tinggi. Panas tinggi akan merusak nutrien yang terkandung dalam telur. Selain itu, memasak telur dengan suhu tinggi juga akan membuat kolesterol teroksidasi menjadi oxysterols yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan berpengaruh pada tekanan darah.
Pilih memasak telur yang tepat Cara memasak telur bisa mempengaruhi ketersediaan nutrisi yang lebih tinggi diserap oleh tubuh. Memasak telur yang tepat juga bisa membuat kita terhindar dari berbagai bakteri yang membahayakan tubuh. Memasak telur tentu ditentukan dari selera masing-masing orang. Namun Prof Ronny menganjurkan jika ingin mengurangi asupan kalori, maka merebus telur akan lebih baik jika dibandingkan dengan menggorengnya. Jika menyukai menggoreng telur, maka perhatikan jenis minyak yang digunakan. Prof Ronny menghimbau untuk menggunakan jenis minyak yang stabil dan tidak teroksidasi pada suhu tinggi. Minyak yang stabil pada suhu tinggi adalah minyak yang terbuat dari biji bunga matahari. Jika di rumah pakai minyak kelapa, Prof Ronny menyarankan sebaiknya memasak telur dengan suhu lebih rendah atau sekitar 177 derajat celcius. Ia juga menekankan jika memasak telur dengan direbus atau digoreng, pastikan untuk tidak dimasak terlalu lama, apalagi dengan suhu tinggi yang bisa mempengaruhi nutrisi pada telur. Ella Triana

