Dari Keterbatasan Menuju Kemandirian: Pemkab Agam Kirim Dua Difabel Netra Asah Skill ke Bekasi

More articles

Agam — Langkah konkret kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Agam dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi penyandang disabilitas. Melalui Dinas Sosial, dua warga Agam penyandang disabilitas netra, Aldo Yullam Pratama dan Ahmad Fauzan, diberangkatkan ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Bekasi, untuk mengikuti pelatihan keterampilan dan penguatan kemandirian, Senin (13/04/2026).

Program ini tidak datang secara tiba-tiba. Prosesnya diawali dari laporan masyarakat yang masuk ke Dinas Sosial Agam. Menindaklanjuti laporan tersebut, dinas langsung bergerak cepat dengan melakukan kajian administrasi serta berkoordinasi dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk melakukan asesmen di lapangan.

Langkah ini menunjukkan bahwa setiap laporan masyarakat tidak hanya diterima, tetapi juga ditindaklanjuti secara serius melalui mekanisme yang terstruktur dan profesional.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, S.Sos., M.Si., melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Hasneril, menjelaskan bahwa pengiriman kedua peserta ini merupakan bagian dari program pembinaan lanjutan bagi penyandang disabilitas agar memiliki keterampilan hidup yang memadai.

“Di Sentra Terpadu Pangudi Luhur, mereka akan mendapatkan berbagai pelatihan, mulai dari keterampilan pijat, seni musik, hingga kemampuan membuka usaha mandiri. Harapan kami, setelah kembali ke Agam, mereka tidak hanya mandiri, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi bagi diri sendiri,” jelas Hasneril.

Ia menambahkan, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghapus stigma terhadap penyandang disabilitas.

“Penyandang disabilitas bukan untuk dikasihani, tetapi harus diberdayakan. Mereka punya potensi, dan tugas kita adalah membuka jalan agar potensi itu berkembang,” tegasnya.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Agam yang membantu pembiayaan keberangkatan kedua peserta. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Baznas Agam, Isman Imran.

Dalam kesempatan tersebut, Isman Imran menyampaikan bahwa Baznas memiliki komitmen untuk mendukung program-program pemberdayaan masyarakat, terutama yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup mustahik.

“Ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi sosial. Kami berharap mereka kembali dengan keterampilan yang bisa mengubah masa depan mereka,” ujarnya.

Menariknya, momen tersebut juga dihadiri oleh Ketua Baznas Kabupaten Tangerang, Imam Imran, yang kebetulan tengah berkunjung ke Kabupaten Agam. Ia turut mengapresiasi langkah kolaboratif yang dilakukan antara pemerintah daerah dan Baznas.

“Sinergi seperti ini sangat penting. Ketika pemerintah dan lembaga sosial berjalan bersama, dampaknya akan jauh lebih besar bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat juga memberikan respons positif terhadap program ini. Mereka menilai langkah ini sebagai bukti bahwa pemerintah hadir tidak hanya dalam bentuk bantuan sesaat, tetapi juga dalam upaya jangka panjang untuk menciptakan kemandirian.

“Ini program yang sangat baik. Harapan kami, ke depan semakin banyak warga yang mendapatkan kesempatan seperti ini,” ujar salah seorang warga.

Program pengiriman ke sentra pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal perubahan bagi Aldo Yullam Pratama dan Ahmad Fauzan. Dengan bekal keterampilan yang diperoleh, keduanya diharapkan mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, produktif, dan bahkan menjadi inspirasi bagi penyandang disabilitas lainnya.

Lebih jauh, langkah ini juga menjadi pesan kuat bahwa pembangunan sosial tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang pemberdayaan manusia—terutama mereka yang selama ini berada di kelompok rentan. Daji

About The Author

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest