Sawahlunto-Penantian 5 tahun akhirnya terjawab. Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra secara resmi meresmikan perubahan status Surau menjadi Masjid Tepi Air di Desa Silungkang Tigo, Senin (14/9/2026).
Air mata haru pecah di kalangan jamaah. Usulan yang telah diajukan pengurus sejak tahun 2021 silam itu akhirnya terwujud. Bukan sekadar perubahan nama, tapi naik kelasnya sebuah harapan dan komitmen bersama memajukan syiar Islam di jantung Silungkang.
Kegiatan peresmian berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Turut hadir Camat Silungkang Mulyadi, MN yang akrab disapa Pak TeJe, pengurus masjid, tokoh masyarakat Silungkang, Kepala Desa, hingga ratusan jamaah.
“Kehadiran berbagai unsur ini menjadi bukti nyata kuatnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah hadir bukan di balik meja, tapi di tengah-tengah umat.” ujar Pak TeJe.
Dalam sambutannya, Wali Kota Riyanda menegaskan, masjid tidak boleh berhenti sebagai tempat sholat semata.
“Masjid hendaknya tidak hanya dipandang sebagai tempat ibadah. Masjid harus menjadi pusat pemberdayaan, wadah untuk mensejahterakan masyarakat. Makmurkan masjid, maka masjid akan memakmurkan kita,” tegas Riyanda.
Ia mengajak seluruh elemen – dari niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, hingga generasi muda – untuk bersama-sama memakmurkan Masjid Tepi Air agar fungsinya dirasakan lebih luas.
Peresmian Masjid Tepi Air ini bukan akhir, melainkan awal.Di tepi air yang mengalir, kini berdiri sebuah simbol kebangkitan. Diharapkan masjid ini menjadi motivasi baru bagi masyarakat Silungkang Tigo untuk meningkatkan kualitas ibadah, mempererat ukhuwah, dan menjadi motor penggerak kesejahteraan bersama.
Dari sebuah surau kecil, kini lahir sebuah masjid besar dengan cita-cita yang lebih besar lagi.(d)


