BATAM — Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memaparkan sejumlah capaian pembangunan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam pertemuan bersama RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan tokoh masyarakat Kecamatan Sungai Beduk, Kamis (8/10/2026) malam.
Pertemuan yang berlangsung di halaman Kantor Camat Sungai Beduk tersebut membahas sejumlah persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari gangguan distribusi air bersih, penerangan jalan umum (PJU), pembangunan infrastruktur jalan, hingga kebutuhan lahan pemakaman.
Dalam dialog tersebut, Amsakar didampingi jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemko Batam dan perwakilan BP Batam untuk mendengarkan serta menanggapi langsung berbagai aspirasi warga.
Persoalan air bersih menjadi salah satu perhatian utama. Perwakilan teknis BP Batam, Deni Tondano, menjelaskan bahwa gangguan distribusi air dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya jaringan perpipaan yang telah berusia puluhan tahun, kendala sistem pemantauan distribusi, serta penurunan volume air baku akibat rendahnya curah hujan.
Amsakar mengakui persoalan air bersih memiliki kompleksitas tersendiri. Ia mengajak masyarakat menjaga kawasan tangkapan air dan menggunakan air secara bijak untuk membantu mempertahankan ketersediaan air baku.
Meski demikian, persoalan tersebut tetap membutuhkan penanganan berkelanjutan dari pihak terkait, terutama dalam memastikan distribusi air bersih dapat menjangkau masyarakat secara merata.
Di sektor infrastruktur, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Mitra, menyampaikan bahwa pembangunan tahap pertama Jalan Lingkar Selatan, dari Simpang Sei Tanjung menuju Kantor Camat Sungai Beduk sepanjang 2,4 kilometer, tengah berjalan pada 2026.
Pembangunan jalan tersebut direncanakan berlanjut menuju Dam Duriangkang untuk mendukung konektivitas wilayah sekaligus mengurai kemacetan. Sementara itu, penambahan PJU di sepanjang Jalan S. Parman dan Kampung Duriat dilakukan secara bertahap melalui sinergi Pemko Batam dan BP Batam.
Terkait kebutuhan lahan pemakaman, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Lingkungan Hidup, Yudi, menjelaskan bahwa pemerintah telah mengusulkan perluasan lahan pemakaman di sejumlah wilayah Batam.
Khusus Kecamatan Sungai Beduk, lahan yang diusulkan mencapai 23,5 hektare. Dari jumlah tersebut, proses persetujuan pinjam pakai lahan seluas 4,76 hektare telah memasuki tahap akhir di tingkat pusat dan tinggal menunggu rapat pimpinan.
Amsakar Paparkan Capaian Program Prioritas
Selain membahas persoalan wilayah, Amsakar memaparkan capaian program pembangunan selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.
Di bidang pendidikan, Pemko Batam mengklaim telah menyalurkan 105.670 paket seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP negeri maupun swasta selama dua tahun anggaran. Pemerintah juga mengalokasikan beasiswa bagi 48 mahasiswa asal Batam yang menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi negeri.
Pada sektor kesehatan, Pemko Batam mencatat capaian Universal Health Coverage (UHC) sebesar 98 persen. Capaian tersebut disebut memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan melalui program jaminan kesehatan sesuai ketentuan kepesertaan yang berlaku.
Di bidang perlindungan sosial, pemerintah memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 7.000 nelayan dan pekerja rentan. Sementara itu, bantuan bagi 4.000 lansia ditingkatkan menjadi Rp400.000 per bulan.
Untuk mendukung pelaku usaha kecil, program pemberdayaan UMKM direalisasikan melalui penyaluran bantuan permodalan senilai Rp1,3 miliar kepada 1.500 pemohon.
Pemko Batam juga menyelenggarakan pelatihan vokasi bagi 4.433 peserta guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan memperluas kesempatan kerja. Selain itu, pemerintah menjalin kesepakatan dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang memuat ketentuan kuota minimal 20 persen tenaga kerja lokal di 30 perusahaan mitra.
Dalam pemaparannya, Amsakar menyebut angka kemiskinan di Batam turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen. Ia juga menyampaikan pertumbuhan ekonomi Batam pada semester pertama mencapai 7,28 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada pada angka 83,8 dengan kategori sangat tinggi.
Menurut Amsakar, pembangunan Batam tidak hanya diarahkan pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa berbagai capaian pembangunan dan penghargaan yang diraih Kota Batam merupakan hasil kerja bersama pemerintah dan masyarakat, bukan semata-mata keberhasilan individu pemimpin daerah.
Pertemuan tersebut ditutup dengan ajakan kepada masyarakat untuk menjaga kebersamaan serta lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.
Di tengah berbagai capaian yang dipaparkan pemerintah, persoalan air bersih, penerangan jalan, infrastruktur, dan kebutuhan fasilitas umum tetap menjadi pekerjaan yang harus dituntaskan. Masyarakat tentu berharap program yang disampaikan tidak hanya tercatat sebagai capaian pembangunan, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. ( Wisnu)


