Batam – Sebuah kisah asmara yang berawal dari perkenalan di sebuah tempat hiburan malam di Kota Batam berujung pada konflik berkepanjangan dan dugaan penyebaran fitnah yang kini menjadi perhatian berbagai pihak.
Menurut keterangan DL, perkenalannya dengan seorang wanita berinisial ES terjadi pada Mei 2025 di sebuah pub malam yang dikenal sebagai tempat bersantai dan menikmati hiburan. Saat itu, DL datang sebagai pengunjung dan bertemu dengan ES yang bekerja sebagai pemandu lagu (LC).
Dalam pengakuannya, ES menghampiri dan menemaninya berbincang hingga dini hari. Setelah beberapa kali pertemuan, hubungan keduanya berkembang menjadi hubungan asmara yang berlangsung selama beberapa bulan. Bahkan setelah ES berhenti bekerja di tempat hiburan tersebut, hubungan mereka diklaim tetap berjalan baik sebagaimana pasangan pada umumnya.
Namun, seiring berjalannya waktu, DL mengaku mulai melihat perubahan sikap ES yang menurutnya mencurigakan. Ia menduga ES menjalin hubungan dengan pria lain di belakang dirinya. Meski demikian, DL mengaku tetap berusaha mempertahankan hubungan tersebut dan memilih memaafkan ES.
Konflik semakin rumit ketika pada akhir Desember 2025, setelah DL kembali dari kampung halamannya, ES diduga meminta dirinya untuk memberikan “pelajaran” kepada seorang pria bernama Putra. Permintaan tersebut membuat DL terkejut. Namun, ia mengaku hanya menyetujuinya secara lisan untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya dan tidak pernah melakukan tindakan apa pun terhadap orang yang dimaksud.
Tidak lama kemudian, ES justru meminta DL untuk menjauhinya. Permintaan tersebut membuat DL kebingungan karena tidak mengetahui alasan yang sebenarnya. Belakangan, DL mengaku memperoleh informasi bahwa ES diduga telah menjalin hubungan dengan pria lain dan bahkan diduga menyembunyikan pria tersebut di tempat yang sebelumnya pernah mereka tempati bersama.
Yang lebih mengejutkan, DL mengaku baru mengetahui bahwa ES ternyata telah memiliki suami yang sah secara hukum. Menyikapi hal tersebut, DL mengaku mengambil langkah damai dengan menemui suami ES untuk meminta maaf dan menyelesaikan persoalan secara baik-baik. Keduanya bahkan disebut telah membuat surat pernyataan untuk tidak saling mengganggu di kemudian hari.
Namun, persoalan belum berakhir. DL mengaku menerima berbagai informasi dari sejumlah pihak yang menyebutkan bahwa ES diduga menyebarkan cerita yang menurutnya tidak benar. Di antaranya, ES disebut mengklaim pernah mengalami penganiayaan serta dipaksa berada di sebuah ruangan di kawasan Planet Tiga Newton.
Mendengar kabar tersebut, DL mengaku terkejut karena merasa tidak pernah melakukan tindakan yang dituduhkan kepadanya. Ia kemudian mendatangi ES untuk meminta klarifikasi atas berbagai informasi yang telah beredar dan dianggap merugikan nama baiknya.
Menurut DL, dugaan penyebaran informasi tersebut tidak hanya menyasar lingkungan pertemanan, tetapi juga keluarga besarnya. ES disebut menghubungi keluarga DL dan mengirimkan berbagai pesan yang dinilai tidak pantas. Bahkan, ES diduga menyampaikan informasi bahwa DL tengah menjalin hubungan dengan wanita lain, padahal menurut DL hubungan mereka telah berakhir sejak ES meminta dirinya untuk menjauh.
Selain itu, DL juga mengaku mendapat informasi dari rekan-rekannya bahwa ES berencana menyampaikan berbagai tuduhan terkait kehidupan malam dirinya kepada pihak keluarga. Informasi tersebut membuat DL merasa nama baiknya terus diserang dan citranya dirusak di lingkungan keluarga maupun pergaulan.
Merasa tidak lagi mampu menoleransi berbagai tuduhan yang menurutnya tidak benar, DL akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah hukum. Ia mengaku telah menyiapkan laporan terkait dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh ES.
Akibat peristiwa tersebut, DL mengaku mengalami kerugian secara moral, kehilangan kenyamanan dalam kehidupan sosial, serta merasa malu karena berbagai informasi yang beredar telah memengaruhi pandangan teman-teman dan orang-orang di sekitarnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak ES terkait berbagai tuduhan yang disampaikan oleh DL. Demi menjaga prinsip keberimbangan, hak jawab dari pihak yang disebutkan dalam pemberitaan tetap terbuka.
***

