Medan — Dugaan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) oplosan oleh perusahaan agen industri kembali mencuat setelah terlihatnya mobil tangki PT Willy Dwi Perkasa (WDP) keluar masuk gudang penimbunan bahan bakar ilegal di kawasan Simpang Dobi, Kecamatan Medan Deli. Peristiwa yang viral Rabu (20/08/2025) pukul 11.30 WIB ini menuai kecaman warga yang mendesak PT Pertamina Patraniaga segera mengevaluasi mitra penyalurnya tersebut.
“Patut dicurigai ada permainan bila mobil tangki agen resmi penyalur BBM terlihat masuk ke gudang pengoplosan. Sebagai perusahaan negara, Pertamina Patraniaga harus bertindak cepat, jangan sampai dianggap tutup mata,” tegas Din (60), warga Medan Utara.
Menurutnya, pembiaran hanya akan memunculkan kecurigaan adanya kongkalikong antara oknum perusahaan dan pihak terkait demi keuntungan pribadi.
Sumber investigasi.news menyebut praktik BBM oplosan tersebut bukan hal baru.
“Pengambilan oplosan sudah lama berlangsung. Sekarang seringnya di gudang Simpang Dobi Titi Papan,” ungkap sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Diduga Ganti BBM Murni dengan Campuran
PT WDP merupakan agen resmi penyalur BBM industri yang berkantor di Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan. Perusahaan ini dikenal agresif dengan harga jual lebih murah dibanding kompetitor.
Namun, berdasarkan penelusuran investigasi, harga miring tersebut diduga berasal dari praktik manipulasi distribusi. Modusnya, BBM industri murni yang dibeli secara sah menggunakan Delivery Order (DO) dari Pertamina Patraniaga, diduga diganti dengan BBM oplosan sebelum disalurkan ke pabrik atau perusahaan pelanggan.
Gudang pengoplosan yang menjadi titik perpindahan bahan bakar dilaporkan sering berpindah-pindah, namun belakangan mobil tangki biru-putih milik PT WDP kerap terpantau keluar masuk gudang di kawasan Simpang Dobi, Medan Deli.
Hingga berita ini diturunkan, Direktur Utama PT Pertamina Patraniaga belum memberikan tanggapan atas konfirmasi tim investigasi Warga meminta Pertamina segera turun tangan agar kepercayaan publik tidak terkikis.
“Kalau tidak ditindak tegas, bukan hanya merugikan negara dari sisi pajak dan kualitas distribusi, tapi juga bisa merusak nama baik Pertamina sendiri,” tutup Din.
Perkembangan kasus ini terus dipantau. Media ini akan menyajikan laporan lanjutan terkait dugaan jejaring penyaluran BBM oplosan di Medan Deli yang melibatkan perusahaan penyalur industri.
(Man)











