Warga Hidup di Bayang-Bayang Tangki BBM, Aroma Menyengat Bikin Resah: Pertamina Labuhan Deli Dituntut Bertanggung Jawab!

More articles

 

Medan Labuhan – Aroma bahan bakar minyak (BBM) yang disebut semakin meresahkan warga hingga kekhawatiran terhadap potensi bahaya kebakaran akhirnya memantik sikap keras masyarakat. Warga Lingkungan 19 dan 21, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, sepakat mendesak pihak Pertamina Fuel Terminal Medan (Labuhan Deli) untuk segera memberikan penjelasan dan mengambil langkah nyata.

Desakan tersebut dituangkan dalam surat permintaan audiensi yang disampaikan warga melalui kuasa pendamping kepada pihak keamanan Fuel Terminal Medan, Senin (10/8/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Surat itu diterima langsung oleh Komandan Sekuriti Fuel Terminal Medan.

“Suratnya saya sampaikan ke pimpinan,” ujar komandan sekuriti yang bertugas saat menerima surat tersebut.

Bagi warga, persoalan ini bukan lagi sekadar perkara bau yang mengganggu kenyamanan. Aroma BBM yang dirasakan masyarakat telah memunculkan kekhawatiran lebih serius, terutama karena fasilitas penyimpanan BBM berada sangat dekat dengan permukiman penduduk.

Warga meminta Pertamina tidak menutup mata terhadap keresahan yang berkembang dan segera membuka ruang dialog untuk menjelaskan kondisi sebenarnya, termasuk langkah pengamanan serta upaya pencegahan terhadap potensi risiko yang dikhawatirkan masyarakat.

Tangki BBM Berdiri Dekat Permukiman

Pantauan di lapangan menunjukkan area tangki timbun BBM Fuel Terminal Medan berada berdampingan dengan kawasan permukiman warga. Jarak fasilitas tersebut dengan rumah-rumah penduduk hanya dipisahkan pagar pembatas.

Kondisi tersebut membuat kekhawatiran warga semakin besar. Di satu sisi terdapat fasilitas penyimpanan BBM, sementara di sisi lain kehidupan masyarakat berlangsung setiap hari dalam jarak yang relatif berdekatan.

Keresahan warga bahkan disebut telah merembet ke tempat ibadah.

Sebelumnya, aroma BBM dari kawasan Fuel Terminal Medan disebut sempat mengganggu jamaah Masjid Almuhtadin, khususnya saat pelaksanaan salat Subuh.

Sebagai bagian dari upaya mengatasi gangguan aroma tersebut, pihak Pertamina Labuhan Deli bersama Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Almuhtadin disebut telah menyepakati pemasangan dinding kaca.

Namun, langkah tersebut belum serta-merta menghapus keresahan masyarakat.

Kini warga menunggu jawaban konkret Pertamina. Mereka tidak hanya meminta penjelasan, tetapi juga kepastian bahwa keselamatan masyarakat di sekitar kawasan terminal BBM benar-benar menjadi prioritas.

Sebab, ketika fasilitas penyimpanan BBM berdiri berdekatan dengan permukiman, setiap persoalan yang berkaitan dengan aroma BBM, keselamatan, maupun potensi risiko kebakaran tidak semestinya dianggap sebagai gangguan sepele.

Warga sudah bersuara. Surat sudah disampaikan. Kini bola berada di tangan Pertamina.

Masyarakat menunggu apakah audiensi tersebut akan menjadi pintu penyelesaian, atau justru keresahan warga akan kembali dibiarkan menggantung tanpa jawaban.

(Man)

About The Author

spot_img

Latest