RANTAUPRAPAT, Fokustkp.com – Bukan sekadar forum seremonial. Musyawarah Daerah (Musda) ke-VIII Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kabupaten Labuhanbatu menjadi panggung untuk menentukan arah organisasi lima tahun ke depan.
Musda MUI Labuhanbatu masa khidmat 2026–2031 resmi dibuka, Sabtu (3/10/2026), di Gedung RPCC Rantauprapat. Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah pemilihan Ketua MUI Labuhanbatu periode mendatang.
Sebanyak 13 suara akan menjadi penentu siapa yang akan memimpin MUI Labuhanbatu untuk periode 2026–2031.
Musda yang berlangsung hingga Minggu (4/10/2026) itu mengusung tema “Memantapkan Peran Majelis Ulama Indonesia sebagai Mitra Strategis Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dalam Mewujudkan Labuhanbatu Cerdas Bersinar.”
Sejumlah unsur hadir dalam pembukaan, mulai dari jajaran Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, pimpinan perguruan tinggi se-Labuhanbatu, pengurus MUI dari sembilan kecamatan, organisasi masyarakat Islam, hingga perwakilan MUI Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
Wakil Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Drs. H. Palit Muda Harahap, MA, bersama Bendahara MUI Sumut juga hadir.
Bupati Labuhanbatu diwakili Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan, S.H., M.H.
Ulama dan Umaro Diminta Berjalan Bersama
Dalam sambutannya, Abdi Jaya Pohan menekankan bahwa pembangunan Labuhanbatu membutuhkan keterlibatan ulama dan pemerintah secara bersama-sama.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Masukan dan pandangan ulama dibutuhkan agar kebijakan pembangunan tetap memperhatikan kehidupan sosial dan nilai-nilai keagamaan masyarakat.
“Bupati menyadari bahwa umaro dan ulama harus bersinergi. Pemerintah juga menyadari membutuhkan masukan dan saran dari para ulama,” ujar Abdi Jaya Pohan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga generasi muda dari ancaman narkoba.
“Jauhi narkoba. Pemerintah memperkuat BMK untuk mempersiapkan anak-anak muda kita agar cakap dalam menghadapi perkembangan kekinian,” katanya.
Selain persoalan generasi muda, penataan kota dan pembangunan daerah juga menjadi perhatian Pemkab Labuhanbatu.
Abdi berharap MUI ikut memberikan masukan dan membantu pemerintah dalam proses pembangunan.
“Fokus pemerintah Kabupaten Labuhanbatu adalah menata kota Labuhanbatu. Kita berharap para ulama dapat membantu pemerintah dalam mewujudkan pembangunan Labuhanbatu,” ujarnya.
Ketua MUI: Siapa Pun Terpilih Harus Tetap Bersinergi
Ketua MUI Labuhanbatu, Drs. H. Hamid Zahid, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Labuhanbatu atas dukungan terhadap kegiatan MUI, termasuk dukungan dana hibah untuk operasional dakwah.
Ia berharap pergantian kepemimpinan tidak memutus hubungan yang telah terbangun antara MUI dan pemerintah daerah.
“Siapa pun yang nantinya terpilih menjadi Ketua MUI Labuhanbatu, diharapkan dapat terus bergandengan tangan dengan pemerintah daerah demi mewujudkan Labuhanbatu yang bersih dan bersinar—membangun desa, menata kota,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan DP MUI Labuhanbatu sekaligus Ketua MUI periode 2016–2021, Buya Darwis, Lc., mengingatkan pentingnya menjaga marwah dan independensi ulama.
Menurutnya, MUI merupakan wadah para ulama dan cendekiawan Muslim. Karena itu, pemimpin yang terpilih harus mampu menjadi panutan dan menjaga integritas organisasi.
Ulama juga diingatkan untuk tetap menjaga independensi serta tidak terlibat dalam politik praktis.
MUI Sumut: Jaga Akidah, Jadi Mitra Pemerintah
Wakil Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Drs. H. Palit Muda Harahap, MA, menyampaikan dukungan MUI Sumut terhadap Musda VIII MUI Labuhanbatu.
Ia menekankan dua fungsi utama MUI yang perlu terus diperkuat, yakni himayatul ummah, menjaga dan melindungi akidah umat Islam, serta shadiqul hukumah, menjadi mitra strategis pemerintah.
13 Suara Menentukan Nakhoda Baru
Di balik rangkaian sambutan dan pembukaan, perhatian peserta Musda tertuju pada satu agenda penting: pemilihan Ketua MUI Labuhanbatu periode 2026–2031.
Total terdapat 13 pemilik hak suara, dengan rincian:
– 3 suara unsur Ketua, Sekretaris dan Bendahara demisioner;
– 1 suara Dewan Pertimbangan;
– 4 suara perwakilan MUI kecamatan; dan
– 5 suara perwakilan pesantren dan tokoh masyarakat.
Setelah seluruh rangkaian pembukaan dan sambutan, Pj. Sekda Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan, S.H., M.H., secara resmi membuka Musda VIII DP MUI Kabupaten Labuhanbatu.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Musyawarah Daerah ke-VIII Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Labuhanbatu masa khidmat 2026–2031 secara resmi saya buka,” ucapnya.
Musda VIII kini memasuki ruang musyawarah. Selain menentukan kepemimpinan lima tahun ke depan, forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat soliditas MUI, menjaga akidah umat, serta mempererat hubungan ulama dan pemerintah dalam pembangunan Labuhanbatu.
(Ros)


