Banner iklan Muba

Dinsos Padang Pariaman Konsultasi ke Agam, Dalami Penanganan ODGJ, Orang Terlantar dan Disabilitas

More articles

Lubuk Basung – Penanganan kelompok rentan seperti Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Orang Terlantar (OT), penyandang disabilitas hingga lansia terlantar menjadi perhatian serius Dinas Sosial Kabupaten Agam.

Upaya tersebut turut menarik perhatian Dinas Sosial Kabupaten Padang Pariaman yang melakukan kunjungan kerja ke Dinas Sosial Kabupaten Agam, Rabu (30/9/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk berkonsultasi sekaligus menggali pengalaman terkait pola penanganan dan pelayanan sosial terhadap kelompok rentan.

Rombongan Dinsos Padang Pariaman dipimpin Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos), Darmadi. Kedatangan mereka diterima Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Agam, Azmar, S.Si., Apt., M.M., didampingi Kabid Rehsos Hasneril, S.E. dan Erizal, S.Sos.

Azmar menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia sekaligus menyampaikan permohonan maaf Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, S.Sos., M.Si., yang berhalangan hadir karena menghadiri agenda lain.

“Kami akan memberikan informasi terkait apa yang telah dilakukan Dinas Sosial Kabupaten Agam sesuai dengan kebutuhan dan hal-hal yang ingin dikonsultasikan,” ujar Azmar.

Dalam kesempatan itu, Kabid Rehsos Dinsos Agam, Hasneril, memaparkan sejumlah mekanisme penanganan yang selama ini dilakukan, mulai dari pemulangan orang terlantar, fasilitasi rehabilitasi ODGJ, hingga pelayanan bagi penyandang disabilitas dan lansia terlantar.

Untuk penanganan OT, kata Hasneril, pihaknya terlebih dahulu melakukan verifikasi identitas melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Setelah identitas dan alamat keluarga diketahui, Dinsos akan memfasilitasi proses pemulangan atau berkoordinasi dengan keluarga agar yang bersangkutan dapat dijemput.

“Untuk ODGJ, apabila ada laporan dari pihak keluarga untuk mendapatkan rehabilitasi, kita akan memfasilitasi sesuai dengan SOP yang berlaku,” jelasnya.

Menurut Hasneril, setiap laporan dan pengaduan masyarakat yang masuk tetap menjadi perhatian Dinsos. Pelayanan diberikan dengan mengedepankan kenyamanan pelapor serta memastikan kebutuhan penanganan dapat difasilitasi sesuai ketentuan.

Sementara itu, Darmadi mengapresiasi sambutan dan keterbukaan Dinsos Agam selama kunjungan. Ia menyebut banyak informasi dan pengalaman yang diperoleh rombongan Dinsos Padang Pariaman dalam konsultasi tersebut.

“Kami merasa senang datang ke Dinsos Agam karena dilayani dengan baik dan informasi yang kami dapat cukup lengkap. Tidak hanya yang terlihat di media sosial, tetapi pelayanan di lapangan juga nyata,” ungkap Darmadi.

Ia menilai pengalaman Dinsos Agam dalam menangani persoalan sosial menjadi bahan pembelajaran bagi Bidang Rehsos Dinsos Padang Pariaman.

“Bidang Rehsos Dinsos Padang Pariaman banyak belajar dari Bidang Rehsos Dinsos Agam. Yang sangat berkesan, kami pulang membawa buku karangan Kabid Rehsos Hasneril berjudul Meniti Jalan Ilahi. Mudah-mudahan banyak hikmah yang bisa kami ambil dari kunjungan ini,” tuturnya.

Kunjungan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman antarpemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan sosial, khususnya terhadap masyarakat yang membutuhkan pendampingan, rehabilitasi dan perlindungan sosial. (Daji)

About The Author

spot_img

Latest