Banner iklan Muba

Siswa Belajar di Lantai, Kerusakan SMP PGRI KAT P11 Muba Tuai Sorotan

More articles

SUMSEL — Kondisi pendidikan di daerah kembali menjadi sorotan. SMP PGRI KAT P11, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, terlihat berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada 30 September, sejumlah bagian bangunan sekolah tampak mengalami kerusakan cukup parah. Atap dan plafon terlihat rusak, berlubang, bahkan sebagian material tampak nyaris terlepas. Kondisi ruang belajar juga terlihat jauh dari kondisi yang layak untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Yang lebih memprihatinkan, sejumlah siswa terpaksa mengikuti proses pembelajaran dengan duduk di lantai. Kondisi lantai ruang kelas pun tampak mengalami keretakan di sejumlah bagian.

Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan serius: bagaimana mungkin proses pendidikan dapat berjalan secara optimal jika sarana dan prasarana dasar sekolah masih dalam kondisi seperti ini?

Sekolah semestinya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk menuntut ilmu. Namun, kondisi yang terlihat di SMP PGRI KAT P11 justru memperlihatkan adanya persoalan serius terkait kelayakan fasilitas pendidikan yang patut mendapat perhatian pemerintah dan pihak terkait.

Namun, saat dikonfirmasi awak media terkait kondisi sekolah tersebut, Kepala SMP PGRI KAT P11, Tajudin, S.Pd., M.M., disebut enggan memberikan keterangan mengenai kondisi sarana dan prasarana sekolah.

Sikap tersebut tentu menimbulkan tanda tanya. Publik berhak mengetahui bagaimana kondisi fasilitas pendidikan di sekolah tersebut, apa penyebab kerusakan, serta langkah apa yang telah dan akan dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para siswa.

Persoalan ini tidak semestinya berhenti pada dokumentasi dan pemberitaan. Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Banyuasin serta pihak terkait perlu turun langsung melihat kondisi sekolah dan mendengar keluhan para siswa maupun tenaga pendidik.

Sebab, yang dipertaruhkan bukan sekadar bangunan sekolah, melainkan hak anak-anak untuk mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan layak.

Jangan sampai siswa diminta mengejar prestasi, sementara tempat mereka menuntut ilmu justru dibiarkan dalam kondisi yang memprihatinkan.

Mas Suprene

About The Author

spot_img

Latest