Jelang KRAI 2026, Universitas Jember Matangkan Persiapan Tuan Rumah Melalui Visitasi Daring 40 Tim Robotika Nasional

More articles

Jember – Universitas Jember (UNEJ) memastikan kesiapannya sebagai tuan rumah Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2026. Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian seleksi nasional untuk menentukan tim yang akan mewakili Indonesia pada ABU Robocon (Asia-Pacific Broadcasting Union Robot Contest) tingkat Asia-Pasifik. Salah satu tahapan penting yang kini dilaksanakan adalah visitasi daring terhadap 40 tim robotika terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang berpeluang tampil pada laga nasional.

Kegiatan yang dilaksanakan di Lantai 3 Gedung Kewirausahaan UNEJ tersebut menjadi bagian dari proses seleksi untuk menentukan 25 tim yang berhak melanjutkan kompetisi pada KRAI Nasional. Melalui tahapan tersebut, UNEJ tidak hanya memfasilitasi proses visitasi secara daring, tetapi juga memanfaatkannya untuk menguji kesiapan sarana, sistem pendukung, dan tata kelola kompetisi menjelang pelaksanaan nasional pada Juli mendatang

KRAI 2026 mengusung tema “Kung Fu Quest” dan menjadi ajang seleksi wakil Indonesia untuk ABU Asia-Pacific Robot Contest 2026 di Hong Kong. Melalui kompetisi ini, peserta ditantang mengembangkan dua robot yang mampu bekerja secara terintegrasi dan menjalankan sejumlah misi secara otomatis dengan memanfaatkan teknologi sensor, sistem kendali, kecerdasan buatan, serta rekayasa mekanik.

Dalam pelaksanaan visitasi daring, setiap tim peserta diwajibkan menggunakan empat akun Zoom secara bersamaan. Satu akun digunakan oleh ketua tim untuk mempresentasikan desain robot dan berkomunikasi dengan dewan juri, sedangkan tiga akun lainnya difungsikan sebagai kamera lapangan untuk menampilkan proses demonstrasi robot dari berbagai sudut pengamatan.

Mekanisme tersebut diterapkan untuk memastikan proses penilaian berlangsung objektif dan menyeluruh. Karena itu, kesiapan infrastruktur teknologi informasi menjadi salah satu aspek penting yang dipersiapkan UNEJ sebagai tuan rumah. Bersama Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK), UNEJ memastikan stabilitas jaringan, kelancaran sistem komunikasi daring, serta dukungan teknis selama visitasi berlangsung.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H, saat membuka kegiatan secara resmi menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendorong inovasi dan pengembangan teknologi di tengah perkembangan ilmu pengetahuan yang berlangsung sangat cepat.

“Perkembangan teknologi robotika berlangsung sangat cepat dan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi. Kampus harus menjadi pusat inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan. KRAI tahun ini diselenggarakan dengan jadwal yang lebih awal karena Indonesia harus mempersiapkan wakil terbaik untuk kompetisi internasional di Hong Kong. Karena itu, kami berharap seluruh masukan teknis dari peserta dan dewan juri dapat membantu memastikan sarana dan prasarana yang disiapkan di Universitas Jember memenuhi standar yang ditetapkan,” ujarnya.

Menurut Fendi, pelaksanaan visitasi daring tidak hanya menjadi sarana evaluasi peserta, tetapi juga menjadi kesempatan bagi UNEJ untuk memperoleh berbagai masukan terkait kesiapan penyelenggaraan KRAI Nasional. Berbagai saran dan evaluasi yang diberikan peserta maupun dewan juri akan menjadi bahan penyempurnaan menjelang pelaksanaan
kompetisi di Kampus Tegalboto.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Visitasi KRAI 2026 yang juga Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknik UNEJ, Prof. Dr. Ir. Bambang Sujanarko, M.M., menjelaskan bahwa panitia menerapkan pola koordinasi yang adaptif dan efisien untuk menjawab tantangan persiapan yang relatif singkat.

“Kami berupaya menerapkan prinsip efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan. Koordinasi dilakukan secara intensif melalui platform digital, didukung oleh mahasiswa yang memiliki pengalaman dalam kompetisi robotika serta pendampingan dosen-dosen Teknik Elektro. Pendekatan ini memungkinkan seluruh proses berjalan efektif, tepat waktu, dan tetap menjaga kualitas penyelenggaraan,” jelasnya.

Menurut Bambang, keterlibatan mahasiswa yang pernah mengikuti kompetisi robotika nasional menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung kesiapan UNEJ sebagai tuan rumah. Pengalaman yang mereka miliki membantu panitia memahami kebutuhan teknis peserta sekaligus memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Untuk menjamin objektivitas dan kualitas seleksi, proses visitasi daring KRAI 2026 melibatkan enam dewan juri yang merupakan pakar robotika dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, yaitu Dr. Eng. Gigih Prabowo, S.T., M.T. dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Dr. Ir. Soni dari Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr. Ir. Benyamin Kusumoputro, M.Sc. dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Djoko Purwanto, M.Eng. dan Prof. Dr. Ir. Mauridhi Hery Purnomo, M.Eng. dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, serta Dr. Ir. Indrawanto dari Institut Teknologi Bandung.

Pelaksanaan visitasi daring ini menjadi bagian dari upaya UNEJ memastikan kesiapan penyelenggaraan KRAI 2026 secara menyeluruh. Dengan dukungan berbagai unit kerja dan persiapan yang terus dimatangkan, UNEJ siap menjadi tuan rumah KRAI 2026 pada 9–12 Juli 2026 di Kampus Tegalboto, yang akan menjadi penentuan wakil Indonesia untuk berlaga pada ABU Asia-Pacific Robot Contest 2026 di Hong Kong. Iza

About The Author

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest