SEKAYU – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bekerja sama dengan Gambo Ecoprint menggelar Peragaan Pembuatan Gambo Ecoprint bertema “Menuju Masyarakat Ekonomi Mandiri” di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya TP PKK Muba dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan dan pelaku UMKM, melalui pengembangan keterampilan kreatif berbasis potensi alam yang ramah lingkungan.
Ecoprint merupakan teknik pewarnaan kain menggunakan daun dan berbagai jenis tumbuhan yang menghasilkan motif alami dengan karakter unik pada setiap lembar kain. Selain memiliki nilai seni tinggi, produk ecoprint juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.
Ketua TP PKK Kabupaten Muba, Hj. Patimah Toha, melalui Staf Ahli TP PKK Muba, Liliyani A. Rohman, mengatakan bahwa ecoprint merupakan wujud kreativitas yang mampu mengolah kekayaan alam menjadi produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
> “Melalui pemanfaatan daun dan tumbuhan yang ada di sekitar kita, dapat tercipta produk ramah lingkungan yang memiliki nilai jual serta berpotensi menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat,” ujar Liliyani.
Menurutnya, pelatihan tersebut sejalan dengan komitmen TP PKK dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pemberdayaan ekonomi.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi sarana bagi kader PKK dan pelaku UMKM untuk memperoleh keterampilan baru yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif. Dengan demikian, keluarga akan semakin mandiri secara ekonomi sekaligus ikut berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya.
Liliyani juga mengajak seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh, mulai dari pengenalan bahan, teknik pembuatan, hingga pengembangan produk.
> “Ilmu yang diperoleh hendaknya tidak berhenti di sini, tetapi dapat dibagikan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing sehingga manfaatnya semakin luas,” pesannya.
Sementara itu, Founder Gambo Ecoprint, Eva Herawati Gourmelen, menjelaskan bahwa setiap produk ecoprint memiliki keunikan tersendiri karena memanfaatkan motif alami dari daun yang tidak dapat diduplikasi.
> “Ecoprint merupakan produk yang 100 persen memanfaatkan bahan alami. Tidak ada dua motif yang benar-benar sama, sehingga setiap karya memiliki karakter dan nilai eksklusif. Potensi ini dapat menjadi identitas produk khas daerah sekaligus memiliki daya saing di pasar fesyen maupun dekorasi. Ke depan, produk-produk ini juga akan kami tampilkan dalam berbagai pameran dan ajang fesyen,” ungkap Eva.
Hal senada disampaikan Direktur Operasional Gambo Ecoprint, Hasan Edward, yang menegaskan komitmen pihaknya untuk mendampingi kader PKK Muba hingga mampu menghasilkan produk yang siap bersaing di pasar.
“Kami tidak hanya mengajarkan teknik pembuatan ecoprint, tetapi juga memberikan pendampingan dalam pengemasan produk, pembangunan merek (branding), hingga strategi pemasaran. Harapan kami, Musi Banyuasin nantinya memiliki produk unggulan ecoprint yang mampu menembus pasar nasional bahkan internasional,” katanya.
Ia optimistis pelatihan tersebut akan melahirkan wirausaha-wirausaha baru yang mampu mengangkat potensi lokal sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Muba Zulkarnain, Kepala Satpol PP Erdian Syahri, Camat Sekayu Edi Heryanto, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Muba Siti Fatimah Syafarudin, sejumlah kepala perangkat daerah terkait, serta jajaran pengurus TP PKK dan DWP Kabupaten Musi Banyuasin.
Edi


