Banner iklan Muba

Satu Tujuan, Satu Tenaga Sasaran Fisik Rumah Layak Lahir dari Tangan Banyak

More articles

JOMBANG — Pemandangan di lokasi pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) di Dusun Pojok Klitih, Desa Pojok Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, memperlihatkan keindahan yang sederhana namun bermakna dalam. Di sana tidak ada sekat antara seragam TNI dan pakaian harian warga. Semua berdiri berdampingan, mengaduk adukan, mengangkat batu, meratakan lantai, dan menyusun dinding bekerja dengan satu niat: mewujudkan hunian yang layak bagi sesama warga, Selasa (27/10/2026).

Di bawah atap yang masih dalam proses pemasangan, terlihat personel Koramil 16/Bareng dan warga setempat saling menyapa di sela-sela pekerjaan. Ada yang mengangkut material, ada yang merapikan permukaan lantai agar rata dan kuat, ada pula yang memotong dan memasang kusen kayu. Setiap langkah dikerjakan bersama, saling membantu, dan saling mengisi siapa pun yang selesai tugasnya segera beralih membantu bagian lain yang membutuhkan tenaga tambahan.

Bapak Sukar, warga yang ikut turun bekerja, mengaku terkesan melihat bagaimana anggota TNI menyatu dengan warga di lokasi pengerjaan.
“Bapak-bapak TNI tidak segan mengangkat beban yang sama beratnya dengan kami. Mereka mencampur semen, mengaduk pasir, meratakan lantai semua dilakukan langsung, tidak menunjuk saja. Itu yang membuat kami ikut bersemangat. Kalau mereka saja sudah begitu, tentu kami warga harus lebih giat lagi,” ujar Bapak Sukar sambil melanjutkan pekerjaannya.

Ia menambahkan, semangat gotong royong seperti ini sudah lama dirasakan di desanya, namun kehadiran Satgas TMMD membuatnya semakin kuat dan hidup. Warga yang biasanya sibuk dengan urusan masing-masing kini berkumpul di satu tempat, bekerja bersama untuk tujuan yang mulia.

“Kami tidak memandang siapa yang dari mana. Yang penting rumah ini cepat selesai dan bisa ditempati dengan aman. Inilah kekuatan kami kalau bersatu, apa pun beratnya bisa terasa ringan,” tambahnya.
Kegiatan ini juga mengajarkan nilai yang lebih dalam: pembangunan bukan hanya soal fisik yang berdiri, melainkan persaudaraan yang tumbuh di tengah prosesnya. Setiap butir semen yang diaduk, setiap batu yang dipasang, menjadi bukti nyata bahwa TNI dan rakyat adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Komandan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0814/Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, S.H., M.Han., menyampaikan bahwa sinergi inilah yang menjadi inti dari program TMMD.
“Kami datang bukan untuk mengerjakan semuanya sendiri, melainkan untuk menggerakkan semangat kebersamaan. Ketika warga dan TNI bahu-membahu, maka yang dibangun bukan hanya rumah melainkan kepercayaan, persaudaraan, dan masa depan desa yang lebih baik,” tegasnya.

Bagi warga Desa Pojok Klitih, proses pembangunan ini adalah pelajaran berharga: bahwa hunian yang paling kokoh tidak hanya ditopang dinding batu, melainkan oleh kepedulian dan kerja sama yang tulus dari banyak hati.(*)

About The Author

spot_img

Latest