JOMBANG — Suasana penuh semangat dan antusiasme tinggi terlihat di Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Selasa (20/10/2026). Puluhan warga memadati lokasi kegiatan sejak awal acara penyuluhan penanggulangan bencana yang diselenggarakan dalam rangkaian program TMMD ke-130 Kodim 0814/Jombang. Keinginan kuat untuk memahami cara menjaga keselamatan diri dan keluarga membuat warga hadir lebih awal, mendengarkan dengan saksama, hingga aktif mengajukan pertanyaan kepada pemateri.
Ibu Sri Wahyuni (45) tampak sangat antusias mengikuti setiap penjelasan yang disampaikan. Ia mengaku sudah lama menantikan kegiatan seperti ini, karena selama ini banyak warga yang belum memahami langkah tepat saat menghadapi potensi bencana di lingkungannya.
“Kami sangat antusias menunggu kegiatan ini. Sejak awal kami sudah datang, ingin tahu ilmu yang bisa menjaga keselamatan keluarga. Penjelasannya sangat mudah dipahami dan langsung berguna. Kami tidak hanya sekadar mendengarkan, tapi sekarang kami tahu apa yang harus dilakukan sejak dini,” ujar Ibu Sri Wahyuni dengan wajah ceria seusai kegiatan.
Antusiasme serupa ditunjukkan Bapak Suwandi (52) yang ikut mengajukan pertanyaan seputar tanda-tanda bencana yang perlu diwaspadai di lingkungannya. Baginya, kegiatan ini bukan sekadar acara biasa, melainkan bekal penting yang selama ini dirasakan belum dimiliki warga.
“Kami sangat bersemangat mendengarkan. Selama ini kami hanya mengandalkan kebiasaan, belum tahu langkah yang benar. Sekarang kami paham, kewaspadaan itu harus dimulai dari diri sendiri. Ilmu ini akan kami sampaikan ke tetangga juga, agar seluruh desa sama-sama siap,” ungkap Bapak Suwandi.
Banyak warga yang mengaku senang karena program TMMD tidak hanya membangun bangunan, tetapi juga memberikan bekal pengetahuan yang sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari. Antusiasme ini diharapkan menjadi awal kesadaran bersama, di mana warga tidak hanya siap menghadapi potensi bencana, tetapi juga saling mengingatkan dan bekerja sama demi keselamatan Desa Klitih.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah melalui BPBD, dan antusiasme warga ini membuktikan bahwa pembangunan desa yang sesungguhnya adalah ketika masyarakatnya semakin cerdas, tangguh, dan bersatu menjaga keselamatan bersama.(Butet)


