Banner iklan Muba

Dansatgas: Jalan Lingo Lango Akan Ubah Nasib Ekonomi Warga

More articles

SUMBA BARAT / NTT — Langkah nyata pembangunan fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2027 resmi dimulai pada hari pertama pelaksanaan, Rabu (14/10/2026), di Desa Lingo Lango, Kecamatan Tanarighu, Kabupaten Sumba Barat. Pada tahap awal ini, personel gabungan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan warga bahu-membahu membuka badan jalan sepanjang 3.000 meter dengan lebar 5 meter yang diharapkan mengubah wajah ekonomi wilayah tersebut.

Pengerjaan pembukaan jalan dilakukan secara bertahap dengan dukungan alat berat serta tenaga manusia dari berbagai elemen. Hingga saat ini progres telah mencapai 1 persen, namun semangat kerja sama di lapangan terlihat sangat tinggi. Jalan yang sedang dibangun merupakan jalur vital yang akan mempermudah akses warga menuju lahan pertanian, memotong jarak tempuh pengangkutan hasil panen ke pasar, serta membuka konektivitas antar-desa yang selama ini masih terbatas.

Komandan Satgas TMMD ke-130 sekaligus Komandan Kodim 1613/Sumba Barat, Letkol Inf Ignasius Hali Sogen, S.E., M.Han., menjelaskan bahwa pembukaan jalan ini menjadi prioritas utama karena menyentuh langsung mata pencaharian sebagian besar warga setempat.

“Jalan ini bukan sekadar tanah yang diratakan dan dipadatkan. Ini adalah jalan harapan. Selama ini kami melihat petani harus bersusah payah mengangkut hasil bumi karena akses yang sulit. Dengan dibukanya jalan sepanjang 3.000 meter ini, kami ingin memastikan hasil panen warga dapat sampai ke tempat tujuan dengan lebih cepat, biaya lebih ringan, dan harga jual yang lebih baik,” ujar Letkol Ignasius Hali Sogen di lokasi pengerjaan.

Selain jalan usaha tani, program unggulan dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) juga menjadi bagian tak terpisahkan dari TMMD kali ini, meliputi pembangunan 3 unit fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK), 1 unit sumur bor, serta kegiatan penghijauan yang akan dilaksanakan pada tahap akhir kegiatan. Pembangunan sarana air bersih dan sanitasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar yang selama ini menjadi kendala di wilayah tersebut.

Dalam pelaksanaannya, TMMD ke-130 melibatkan 140 personel TNI, 10 personel Polri, 4 orang dari unsur pemerintah daerah, serta 30 warga masyarakat yang bekerja berdampingan. Sinergi ini bukan sekadar mempercepat pengerjaan, melainkan membangun rasa kepemilikan bersama atas apa yang dibangun.
“Kami tidak datang untuk mengerjakan semuanya sendiri. Warga turut serta dari awal, berarti mereka juga yang akan menjaga dan memanfaatkannya nanti. Inilah inti dari kemanunggalan — TNI bersama rakyat, bukan di atas rakyat,” tambahnya.
Pembangunan infrastruktur ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga menarik pertumbuhan ekonomi baru di desa tersebut, mulai dari kemudahan pengiriman hasil tani hingga potensi pengembangan kegiatan produktif lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan TMMD ke-130 akan berlangsung selama satu bulan ke depan, dengan target penyelesaian seluruh pekerjaan fisik maupun pendukung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.(*)

About The Author

spot_img

Latest