Jalan Rusak Parah Menuju Pelabuhan Belawan, Pemerintah Dinilai Tutup Mata

More articles

 

Belawan — Kerusakan parah jalan menuju Pelabuhan Belawan kian memprihatinkan dan memicu kemarahan publik. Sepanjang kurang lebih 3 kilometer, mulai dari Simpang Buaya, Kelurahan Belawan II hingga Simpang Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, kondisi jalan hancur dan tak kunjung tersentuh perbaikan, Jumat (24/04/2026).

Lebih tajam lagi, jalan yang menjadi akses utama menuju salah satu pintu gerbang ekonomi Sumatera Utara itu justru dibiarkan dalam kondisi rusak berat selama bertahun-tahun. Lubang menganga, badan jalan bergelombang, hingga genangan air menjadi pemandangan sehari-hari—seolah tidak ada urgensi bagi pemerintah untuk bertindak.

Ironisnya, hingga kini belum terlihat langkah konkret dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara maupun Pemerintah Kota Medan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan keras dari masyarakat: siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas jalan menuju “gerbang dolar” Sumatera Utara tersebut?

Berdasarkan informasi di lapangan, ruas jalan itu berstatus jalan provinsi namun berada di wilayah administrasi Kota Medan. Tumpang tindih kewenangan ini diduga menjadi alasan klasik yang terus dipakai, sementara kerusakan kian parah dan korban terus berjatuhan.

Setiap hari, ribuan truk logistik, kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga sepeda motor melintas di jalur tersebut. Risiko kecelakaan pun tak terelakkan. Bahkan, sejumlah insiden lalu lintas dilaporkan telah merenggut nyawa pengguna jalan. Situasi ini mempertegas kelalaian yang tak bisa lagi ditoleransi.

“Malu kita. Ini akses ke pelabuhan internasional, tapi kondisinya seperti jalan mati. Macet, rawan kecelakaan, bahkan membuka peluang kejahatan jalanan,” tegas seorang warga, Damanik.

Ia juga menyoroti lemahnya koordinasi antarinstansi. Menurutnya, jika seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kota, otoritas pelabuhan, hingga aparat penegak hukum—benar-benar serius, persoalan ini seharusnya bisa diselesaikan.

“Kalau semua duduk bersama, tidak mungkin jalan ini dibiarkan rusak seperti ini. Masalahnya sekarang: mau atau tidak? Dan siapa yang benar-benar bertanggung jawab?” lanjutnya dengan nada geram.

Gelombang protes dari masyarakat sebenarnya bukan hal baru. Aksi tuntutan perbaikan telah berulang kali disuarakan, namun hingga kini tak juga membuahkan hasil. Jalan rusak tersebut seolah menjadi simbol kegagalan koordinasi dan lemahnya kehadiran negara di tengah kebutuhan vital masyarakat.

Kini, harapan mulai diarahkan ke pemerintah pusat agar turun tangan langsung. Sebab, jika terus dibiarkan, kerusakan jalan menuju Pelabuhan Belawan bukan hanya merugikan ekonomi, tetapi juga mempertaruhkan keselamatan nyawa setiap pengguna jalan yang melintas. Man

About The Author

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest