Padang – Indarung Heritage Society (IHS) sukses menyelenggarakan Simposium Pabrik Indarung I bertema “Masa Depan Cagar Budaya Pabrik Indarung I” di Club House PT Semen Padang, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap keberadaan Pabrik Indarung I yang merupakan salah satu situs bersejarah industri di Indonesia dan telah tercatat sebagai bagian dari Memory of the World (MoW). Simposium ini bertujuan merumuskan langkah-langkah strategis dalam upaya perlindungan, pelestarian, serta pengembangan kawasan cagar budaya tersebut agar tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta sambutan dari Direktur Utama Semen Indonesia Group (SIG) dan Ketua Indarung Heritage Society, M. Aidil Usman.
Dalam sambutannya, M. Aidil Usman menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan Pabrik Indarung I sebagai warisan sejarah industri bangsa.
Berbagai narasumber dari kalangan akademisi, pemerintah, pengelola cagar budaya, serta komunitas turut hadir sebagai pembicara. Pada sesi pertama, pembahasan difokuskan pada pengembangan kawasan cagar budaya dan tata kelola cagar budaya berkelanjutan yang menghadirkan Dr. Jonny Wongso, S.T., M.T., IAI; Dr. Ir. Feri Arlius, M.Sc.; Dr. Hari Setyawan, S.S., M.T.; Dr. Agus Widiatmoko, S.S., M.M.; M. Aidil Usman; serta Abdul Hakim.
Puncak kegiatan diisi dengan pidato kunci oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. (Hon) Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya pelestarian warisan budaya industri sebagai bagian dari identitas dan sejarah perjalanan bangsa Indonesia.
Pada sesi siang, peserta mengikuti diskusi panel mengenai pelestarian Pabrik Indarung I yang menghadirkan Dr. Agus Widiatmoko, S.S., M.M. dan Alfa Noranda, S.S., M.A. Selain itu, turut dibahas strategi aktivasi, kurasi, dan pelibatan komunitas yang disampaikan oleh S. Metron Masdison dan Donny Eros, S.S., M.A.
Simposium ini juga dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan organisasi lokal. Forum Nagari Kelurahan Baringin (Bandara Forum) turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut yang diwakili oleh Refmaida, S.Pd. Kehadiran Bandara Forum menunjukkan dukungan masyarakat Kelurahan Baringin terhadap upaya pelestarian Pabrik Indarung I sebagai warisan budaya industri yang memiliki nilai sejarah, pendidikan, dan identitas bagi daerah maupun bangsa.
Melalui simposium ini, diharapkan lahir berbagai rekomendasi dan rumusan kebijakan yang mampu memperkuat perlindungan serta pengelolaan Pabrik Indarung I secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai sejarah, budaya, dan pendidikan yang dimiliki kawasan cagar budaya Pabrik Indarung I.
Dengan terselenggaranya simposium ini, Indarung Heritage Society berharap seluruh pemangku kepentingan dapat terus bersinergi dalam menjaga dan mengembangkan Pabrik Indarung I sebagai warisan budaya industri yang membanggakan Indonesia. Butet

