Abil Kuba Ditunjuk PT Briliyan Emerald sebagai Humas dan Pengamanan Teknis Internal Proyek SPAM-8 Pesisir Selatan

More articles

Padang — Lima tahun lalu, PT Briliyan Emerald menunjuk Abil S.H Dt M.K sebagai Humas dan Pengamanan Teknis Internal pada pekerjaan Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kawasan Perdesaan Palangai Nyiur Melambai, Kabupaten Pesisir Selatan (SPAM-8).

Penunjukan tersebut menjadi bentuk kepercayaan perusahaan terhadap kapasitas, integritas, serta kemampuan koordinasi Abil dalam mendukung kelancaran proyek strategis penyediaan air bersih bagi masyarakat perdesaan di Kabupaten Pesisir Selatan.

Saat menerima amanah tersebut, Abil yang ketika itu berusia 28 tahun dan berdomisili di Siteba, Kota Padang, dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Pengalaman itu dinilai menjadi modal penting dalam membangun komunikasi yang efektif sekaligus menjaga stabilitas dan ketertiban di lingkungan kerja proyek.

Dalam perannya sebagai Humas dan Pengamanan Teknis Internal, Abil bertanggung jawab menjembatani komunikasi antara pelaksana proyek dan masyarakat sekitar. Ia juga memastikan aspek pengamanan internal pekerjaan berjalan tertib, aman, serta sesuai prosedur yang berlaku.

Optimalisasi SPAM-8 di Kawasan Perdesaan Palangai Nyiur Melambai merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan. Program tersebut diharapkan mampu menunjang kualitas hidup dan kesehatan warga melalui ketersediaan air minum yang layak dan berkelanjutan.

Menanggapi amanah tersebut, Abil menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan perusahaan merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi.

“Bagi saya, proyek SPAM ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi bagian dari upaya menghadirkan kebutuhan dasar masyarakat. Air bersih adalah hak masyarakat. Karena itu, komunikasi dengan warga dan pengamanan pekerjaan harus berjalan seiring agar proyek dapat selesai tepat waktu dan memberi manfaat nyata,” ujar Abil.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, aparat setempat, dan masyarakat.

“Kunci kelancaran proyek ada pada koordinasi dan keterbukaan. Ketika semua pihak saling memahami peran masing-masing, maka potensi kendala di lapangan dapat diminimalkan,” tambahnya. Butet

About The Author

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest