Tim Pakem Sawahlunto Perkuat Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Kerukunan Umat Beragama

More articles

SAWAHLUNTO – Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) Kota Sawahlunto memperkuat sinergi lintas instansi dalam upaya menjaga kerukunan umat beragama dan mencegah berkembangnya paham yang berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Tim Pakem yang digelar Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat melalui Kejaksaan Negeri Sawahlunto di Aula Kejari Sawahlunto, Kamis (20/8/2026).

Rapat koordinasi dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Sawahlunto Nurul Hidayat, Kasi II Bidang Intelijen Kejati Sumbar, Kasi Penerangan Hukum Kejati Sumbar, serta perwakilan Badan Kesbangpol, Kodim 0310/SSD, Polres Sawahlunto, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), BINDA, para camat, kepala KUA, dan tokoh agama di Kota Sawahlunto.

Kepala Kejaksaan Negeri Sawahlunto Nurul Hidayat mengatakan rapat koordinasi tersebut penting sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi munculnya aliran kepercayaan maupun kelompok keagamaan yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

Menurutnya, pengawasan yang dilakukan sejak awal akan memudahkan seluruh unsur terkait dalam menentukan langkah pencegahan dan penyelesaian apabila ditemukan indikasi permasalahan di lapangan.

“Melalui Tim Pakem, berbagai informasi dapat dihimpun dan dianalisis sehingga potensi konflik dapat dicegah lebih dini. Tujuannya adalah menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat serta menciptakan kehidupan beragama yang harmonis,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Tim Pakem juga menyepakati sejumlah langkah preventif, di antaranya pemantauan kegiatan masyarakat, pengumpulan data dan informasi, peningkatan koordinasi lintas instansi, dialog dengan berbagai pihak, serta pembinaan secara persuasif.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap kegiatan keagamaan maupun aliran kepercayaan berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Selain itu, Tim Pakem menyoroti pentingnya pengawasan terhadap kegiatan keagamaan yang menghadirkan penceramah maupun jamaah dari luar daerah. Pengawasan juga mencakup materi ceramah yang disampaikan sebagai upaya mengantisipasi berkembangnya paham yang berpotensi menimbulkan intoleransi dan mengganggu kerukunan umat beragama.

Nurul Hidayat menegaskan Tim Pakem berkomitmen meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan pertukaran informasi antarinstansi guna mengoptimalkan deteksi dini terhadap perkembangan aliran kepercayaan maupun kelompok keagamaan di Kota Sawahlunto.

“Dengan sinergi seluruh unsur yang tergabung dalam Tim Pakem, diharapkan stabilitas keamanan dan kerukunan umat beragama di Kota Sawahlunto dapat terus terjaga,” katanya.

Usai rapat koordinasi, seluruh peserta melakukan foto bersama sebagai simbol komitmen memperkuat kerja sama dalam menjaga kondusivitas daerah. (*)

About The Author

spot_img

Latest