PADANG – Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan utama dalam pembangunan infrastruktur di tingkat masyarakat. Melalui Program Manunggal Tahun 2026, warga di kawasan Dadok Tunggul Hitam, Kota Padang, Sumatera Barat, membangun jalan penghubung antara RW 08 dan RW 09 yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pembangunan tersebut didukung oleh Pemerintah Kota Padang melalui dana pancingan sekitar Rp35 juta sebelum dipotong pajak. Bantuan itu ditujukan untuk mendorong partisipasi masyarakat sehingga nilai pembangunan dapat melebihi anggaran yang disediakan pemerintah.
Program ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, di antaranya Mayor (Purn.) Agusmen, Ketua RW 08 Sutrisno, S.Akun, Ketua RW 09 Dodi Damanik, S.E., M.AIFO, LPM Dadok Tunggul Hitam, serta warga yang bergotong royong menyumbangkan tenaga, material, konsumsi, hingga hibah lahan.
Jalan yang dibangun menghubungkan Jalan Eler menuju Jalan Jeep hingga Simpang Empat Panti Parak jambu. Jalur tersebut menjadi akses strategis bagi masyarakat, terutama warga RT 04, RT 02, dan RT 05 di wilayah RW 09 yang selama ini membutuhkan akses penghubung yang lebih baik.
Selain memperlancar mobilitas warga, keberadaan jalan baru ini diharapkan dapat mempermudah akses menuju berbagai fasilitas umum, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta mendukung pemerataan pembangunan di lingkungan permukiman.
Program Manunggal 2026 menjadi contoh bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat mampu menghasilkan pembangunan yang lebih optimal. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, pembangunan infrastruktur tidak hanya menghadirkan manfaat fisik, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Butet


