Banner iklan Muba

Sempat Ditinggal di Tanjung Mutiara, Kakek 76 Tahun Akhirnya Dipulangkan Pemkab Agam ke Keluarga

More articles

AGAM — Kepedulian Pemerintah Kabupaten Agam terhadap warga terlantar kembali ditunjukkan. Seorang kakek berusia 76 tahun, Makmun Lubis, warga Tarlola, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, yang ditemukan terlantar di wilayah Kabupaten Agam, akhirnya dipulangkan ke kampung halamannya, Senin (24/8/2026).

Makmun sebelumnya diantar masyarakat ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Agam setelah ditemukan dalam kondisi kebingungan dan tidak memiliki uang untuk melanjutkan perjalanan pulang.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, bersama Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Hasneril serta jajaran bidang Rehsos langsung menangani warga tersebut. Langkah pertama yang dilakukan adalah memastikan identitas dan alamat Makmun melalui pengecekan data kependudukan bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Agam.

Setelah alamatnya dipastikan, Dinas Sosial Kabupaten Agam bergerak cepat berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Mandailing Natal untuk mencari dan memastikan keberadaan keluarga Makmun di kampung halaman.

Villa Erdi mengatakan, penanganan terhadap Makmun dilakukan sesegera mungkin setelah yang bersangkutan tiba di kantor Dinas Sosial.

“Pagi ini Makmun diantar masyarakat ke kantor Dinas Sosial. Kami langsung bergerak cepat melalui Bidang Rehsos untuk berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Mandailing Natal dan memastikan keluarga yang bersangkutan,” ujar Villa Erdi.

Setelah proses koordinasi dan administrasi selesai, Makmun kemudian didampingi Pekerja Sosial (Peksos) Erizal, Erianto, dan Nola menuju Bukittinggi untuk melanjutkan perjalanan menggunakan bus Family Transportasi menuju kampung halamannya di Sumatera Utara.

Sesampainya di Tarlola, Makmun akan diserahterimakan kepada pemerintah desa dan pihak keluarga yang telah menunggu kedatangannya.

Kisah Makmun bermula ketika dirinya ikut ke Padang bersama tetangga untuk mengantar anak kuliah. Dalam perjalanan pulang, kendaraan yang ditumpanginya berhenti di kawasan Tanjung Mutiara untuk makan.

Makmun kemudian turun dari kendaraan untuk pergi ke kamar kecil. Namun, saat kembali, kendaraan tersebut ternyata sudah meninggalkan lokasi.

“Saya ke kamar kecil. Setelah keluar, mobil sudah berangkat dan saya ditinggal. Saya bingung mau ke mana karena tidak punya uang. Untung saya diselamatkan masyarakat dan diantar ke kantor polisi. Pagi ini saya diantar ke Dinas Sosial,” tutur Makmun.

Kondisi tersebut membuat Makmun terlantar hingga akhirnya mendapatkan pertolongan dari masyarakat sebelum kemudian ditangani Pemerintah Kabupaten Agam.

Koordinasi lintas daerah pun dilakukan. Riki dari Bidang Rehsos Dinas Sosial Mandailing Natal menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Agam, khususnya Dinas Sosial, yang telah memberikan perhatian dan perlindungan kepada Makmun selama berada di Agam.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Tarlola, Ahmad Nawawi Siregar. Ia bahkan telah berkomunikasi melalui video call dengan Makmun yang difasilitasi Kabid Rehsos Dinas Sosial Kabupaten Agam.

Pihak desa memastikan keluarga Makmun siap menyambut kepulangannya dan menunggu kedatangan sang kakek bersama keluarga.

Langkah cepat Pemkab Agam ini menjadi bukti bahwa persoalan warga terlantar tidak hanya berhenti pada penanganan di tingkat daerah, tetapi juga diupayakan hingga warga tersebut kembali kepada keluarga dan lingkungan asalnya.

Bagi Makmun, perjalanan pulang ini bukan sekadar perjalanan menuju kampung halaman. Ini adalah perjalanan untuk kembali kepada keluarga setelah sempat terlantar dan kehilangan arah di daerah orang.

Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Sosial memastikan proses pemulangan dilakukan secara layak, aman, dan terkoordinasi hingga Makmun kembali ke tangan keluarganya di Tarlola, Sumatera Utara.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Agam Benni Warlis dalam memberikan pelayanan dan perlindungan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga yang mengalami kondisi terlantar di wilayah Kabupaten Agam.

Daji

About The Author

spot_img

Latest