Maluku Utara — Maraknya kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Kepulauan Sula menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Kodrat Muh Hartanto, S.I.K., menegaskan bahwa isu ini menjadi salah satu fokus utama dalam program “Jaga Sula”, sebuah gerakan terpadu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Poster, baliho, hingga meme “Jaga Sula” kini ramai menghiasi ruang-ruang publik di Kepulauan Sula, menampilkan himbauan dari Kapolres dan unsur Forkopimda, termasuk Bupati serta pejabat Pemda. Gerakan ini bukan sekadar simbolik, tapi dimaksudkan untuk menekan angka kriminalitas dan mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat.
“Kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak akan menjadi atensi khusus ke depan. Ini tak bisa dibiarkan. Termasuk juga persoalan miras, narkoba, hingga keselamatan lalu lintas darat maupun laut, semua jadi perhatian dalam program Jaga Sula,” tegas AKBP Kodrat, Rabu (31/7).
Data di lapangan menunjukkan tren kekerasan seksual di wilayah hukum Polres Sula terus meningkat. Bahkan, pelakunya tidak hanya dari masyarakat biasa, tetapi sudah menyasar kalangan terdidik dan elite. Salah satu kasus yang kini hangat adalah dugaan pemerkosaan oleh oknum anggota DPRD Kepulauan Sula, yang sedang dalam proses hukum.
Kapolres menambahkan, pihaknya akan bertindak tegas terhadap siapa pun pelakunya tanpa pandang bulu.
“Tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan seksual di wilayah kami, siapa pun dia,” tegasnya.
Gerakan “Jaga Sula” diharapkan tak hanya menjadi slogan semata, tapi benar-benar mampu menciptakan ruang publik yang aman, bermartabat, dan bebas dari kekerasan seksual serta bentuk kriminalitas lainnya.
Rahman LtC

