PULANG PISAU – Ketua DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Tandean Indra Bella, mendorong pemerintah daerah untuk terus berinovasi dalam menghadapi keterbatasan anggaran yang tengah dialami.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Kabupaten Pulang Pisau, tetapi juga dialami hampir seluruh daerah di Indonesia. Situasi ini dipengaruhi kebijakan pemerintah pusat terkait pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD).16/1/2026.
Tandean mengatakan, keterbatasan anggaran seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kreativitas dalam mengelola potensi yang dimiliki. Ia menilai, optimalisasi potensi lokal menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.
“Keterbatasan anggaran ini pada akhirnya kembali kepada pemerintah daerah. Kita dituntut untuk berinovasi dan mengembangkan kreativitas, khususnya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.
Ia mengakui, selama ini banyak daerah, termasuk Kabupaten Pulang Pisau, masih bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Ketergantungan tersebut perlu dikurangi secara bertahap dengan memperkuat sektor-sektor penyumbang PAD.
“Kalau kita mampu meningkatkan PAD, otomatis daerah akan lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada pemerintah pusat,” tegasnya.
Selain peningkatan PAD, ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan pemerintah pusat.
Kerja sama dengan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) juga dinilai dapat menjadi solusi alternatif untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan sektor lainnya.
Menurutnya, sejumlah daerah telah lebih dulu memanfaatkan peluang tersebut dengan hasil yang positif. Karena itu, seluruh potensi yang ada di Kabupaten Pulang Pisau harus dioptimalkan secara maksimal.

