Jember – Keheningan Sabtu pagi di kawasan Puncak Semeru, Jember, mendadak pecah pada Sabtu (30/5/2026). Dentuman musik dari disko joki (DJ) Diki Hartono berpadu dengan desau angin, mengiringi langkah puluhan pelari dari komunitas Pace Sweat Culture (PSC) yang mulai memadati area kegiatan.
Acara ini merupakan pra-event menuju gelaran utama Soekarno Fun Run 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Juni mendatang. Untuk membangun antusiasme masyarakat, panitia menggandeng komunitas lari lokal tersebut yang telah eksis selama dua tahun terakhir.
Sejak subuh, lokasi start dan finis di Cafe Poppins dipadati kelompok Gen Z dan milenial. Di barisan terdepan, tampak deretan pelari perempuan bersiap menyusuri rute bersama pemandu kecepatan (pacer), Ainul Yaqin.
Menempuh jarak 4,8 kilometer, para peserta ditantang melintasi rute perkotaan. Mereka bergerak dari Jalan Semeru, menuju Jalan Karimata, menyusuri Jalan Jawa, hingga mencapai pos hidrasi (water station) di kawasan Bundaran Universitas Jember, Jalan Kalimantan. Setelah kembali ke titik akhir, kelelahan peserta terbayar dengan pembagian berbagai doorprize dari sponsor, hasil kolaborasi antara PSC dan komunitas Assikroom.
Ketua Panitia Soekarno Fun Run 2026, Aditya Kevin Prananda, mengaku puas dengan tingginya antusiasme peserta. Menurutnya, kehadiran para pelari muda yang tampil energik dan modis di barisan depan turut memacu semangat peserta lainnya sepanjang rute.
“Ini menunjukkan bahwa lari bukan lagi sekadar kebutuhan kesehatan. Aktivitas ini telah berkembang menjadi gaya hidup masyarakat urban,” ujar Aditya, pengusaha cerutu yang juga calon Kepala Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK) PDI Perjuangan Jember.
Sementara itu, Penanggung Jawab Pelaksanaan Event, Ayu Fitriananda, menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki misi yang lebih luas daripada sekadar olahraga. Menurut Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga DPC PDI Perjuangan Jember itu, keterlibatan aktif generasi muda merupakan investasi sosial yang penting.
“Acara ini sengaja kami rancang untuk mewadahi Gen Z dan milenial. Ini merupakan cara PDI Perjuangan mendukung konsistensi gaya hidup sehat sekaligus mengampanyekan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya. (Josua)

