Bengkulu – Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah 1 Provinsi Bengkulu terus menancap gas dalam percepatan pembangunan infrastruktur. Proyek strategis preservasi Ruas Jalan Lais–Kerkap di Kabupaten Bengkulu Utara dengan nilai kontrak Rp94,9 miliar mencatat capaian yang signifikan. Progres fisik tahun anggaran 2026 telah mencapai 73,022 persen pada semester pertama, jauh melampaui target standar, serta mendapat pengamanan pembangunan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu.
Berdasarkan data resmi Satker PJN Wilayah 1 per 28 Mei 2026 dan hasil konfirmasi langsung tim redaksi Investigasi.News kepada pihak satker, angka kemajuan tersebut dinilai sangat signifikan. Pasalnya, paket pekerjaan berskala tahun jamak (2025–2027) ini baru memasuki tahun kedua pelaksanaan, namun laju pembangunan sudah berjalan lebih cepat dibandingkan sejumlah proyek sejenis lainnya.
Kepala Satker PJN Wilayah 1 Bengkulu, Tendi Hardianto, S.T., M.T., membenarkan capaian tersebut saat dikonfirmasi pada Senin (2/6/2026).
“Untuk paket pekerjaan Preservasi Jalan Lais–Kerkap, saat ini progres fisiknya sudah mencapai 73,022 persen untuk tahun anggaran 2026. Sedangkan progres keuangannya berada di angka 28,33 persen per 28 Mei 2026,” tegas Tendi.
Lebih dari sekadar mengejar kecepatan, proyek vital ini juga mendapat perlindungan melalui skema Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) yang digalakkan Kejati Bengkulu. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan, bebas dari penyimpangan, korupsi, maupun hambatan yang tidak perlu, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Dibiayai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), proyek dengan Nomor Kontrak HK.0201-BPJN6.6.2/1291 tertanggal 18 November 2025 ini dikerjakan oleh PT Galih Medan Persada dan diawasi oleh konsultan pengawas PT Indec Internusa KSO PT Seecons KSO serta PT Cremonapratama Total Engineering. Target penyelesaian penuh ditetapkan pada 31 Desember 2027 dengan masa pelaksanaan selama 774 hari kalender.
Keberhasilan percepatan pekerjaan ini tidak terlepas dari strategi pelaksanaan yang matang. Pada tahun 2025, pekerjaan difokuskan pada mobilisasi alat berat, pembebasan lahan, serta berbagai persiapan teknis. Berkat fondasi yang kuat tersebut, pelaksanaan fisik pada tahun 2026 dapat berjalan optimal.
Secara akumulatif sejak awal proyek tahun 2025 hingga 2027, progres fisik global tercatat sebesar 18,843 persen dengan serapan keuangan mencapai 23,25 persen. Adapun pagu anggaran tahun 2026 sebesar Rp20 miliar dipastikan terserap sesuai perencanaan dan peruntukannya.
Ruas Jalan Lais–Kerkap dikenal sebagai salah satu urat nadi perekonomian Kabupaten Bengkulu Utara. Sebelumnya, kondisi jalan yang mengalami kerusakan kerap menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Namun, setelah pekerjaan preservasi rampung, masyarakat diproyeksikan memperoleh berbagai manfaat, mulai dari menurunnya biaya logistik, lancarnya distribusi hasil pertanian dan perkebunan, hingga meningkatnya keamanan serta kenyamanan pengguna jalan.
Performa pekerjaan yang cepat dan terukur ini menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam meningkatkan konektivitas jalan nasional. Ditambah dengan pengawasan ketat serta pengamanan hukum dari Kejati Bengkulu, pembangunan ini diharapkan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga berjalan secara bersih, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Satker PJN Wilayah 1 Bengkulu juga terus membuka ruang pengawasan publik melalui penyampaian laporan kemajuan pekerjaan yang dilakukan secara rutin setiap bulan.
Onni

