Turnamen Berdarah! Dua Kelompok Bentrok Brutal, Rumah Warga dan Kantor Media Dihujani Batu

More articles

Medan Labuhan – Turnamen sepak bola yang semestinya menjadi ajang mempererat silaturahmi justru berubah menjadi arena bentrokan antar kelompok pemuda di Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 18.20 WIB. Aksi saling serang menggunakan batu hingga senjata tajam membuat warga panik, sementara sejumlah rumah dan kantor media mengalami kerusakan akibat lemparan batu.

Insiden tersebut diduga melibatkan dua kelompok, yakni kelompok pemuda Bom Lama Lingkungan 25 dengan kelompok yang disebut berasal dari panitia turnamen sepak bola Kiam di Lingkungan 23, Kelurahan Pekan Labuhan. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti bentrokan masih belum diketahui dan masih menunggu penyelidikan aparat kepolisian.

Bentrok pecah di kawasan Jalan Speksi (pinggiran tanggul), tepat di depan Kantor Biro Investigasi.News Medan dan Musala Al Husna. Suasana yang semula dipenuhi penonton berubah mencekam ketika kedua kelompok saling melempar batu. Bahkan, menurut keterangan di lokasi, sejumlah orang terlihat membawa senjata tajam jenis celurit panjang.

Akibat aksi brutal tersebut, batu-batu berukuran besar menghantam rumah-rumah warga di sekitar lokasi. Kaca jendela Kantor Investigasi.News Biro Medan juga dilaporkan pecah akibat terkena lemparan batu.

“Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Panitia harus bertanggung jawab menyelesaikan pertikaian antar pemuda dan juga bertanggung jawab atas kerusakan rumah warga yang ditimbulkan akibat bentrokan tersebut,” ujar wartawan Investigasi.News, Rahman.

Rahman juga meminta aparat kepolisian bertindak cepat dan tegas agar bentrokan tidak meluas maupun terulang kembali.

“Saat bentrokan terjadi saya langsung melaporkan kejadian ini kepada Kapolsek Medan Labuhan dan Kanit Reskrim. Kami berharap pelaku segera ditindak sesuai hukum agar situasi kembali kondusif,” katanya.

Di tengah kekacauan, Kepala Lingkungan 23 Pekan Labuhan, Mahfuzar, bersama tokoh masyarakat, para orang tua, dan tokoh pemuda Pekan Labuhan, Fandi, berupaya meredam emosi kedua kelompok. Berkat upaya tersebut, bentrokan akhirnya berhasil dihentikan, meski situasi sempat memanas dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Warga kini berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas penyebab bentrokan, mengidentifikasi para pelaku perusakan, serta memastikan pihak yang bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan rumah warga dan fasilitas yang terdampak.

Rj

About The Author

spot_img

Latest