Padang — Tim Khusus (Timsus) Opsnal IT Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan peredaran narkotika. Kali ini kembali sukses mengungkap jaringan sindikat narkotika lintas provinsi jenis ganja yang dikirim dari Panyabungan, Sumatera Utara, menuju wilayah Sumatera Barat.
Dalam operasi yang digelar pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB tersebut, petugas menyita barang bukti fantastis berupa puluhan paket besar ganja kering serta mengamankan dua orang terduga pelaku yang masih berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa. Penangkapan berlangsung di pinggir Jalan Raya Medan KM 7, Padang Hijau, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, tepatnya di dekat pintu masuk Hotel Balcone.
Pengungkapan ini bermula dari hasil pengembangan serta analisis mendalam yang dilakukan oleh Timsus Ditresnarkoba Polda Sumbar terhadap jaringan peredaran ganja asal Panyabungan pada kasus-kasus sebelumnya. Dari penelusuran tersebut, tim mendapati informasi valid mengenai adanya rencana pendistribusian narkotika dalam jumlah besar menuju Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota.
Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sumbar, Kombes Pol Wedy Mahadi, S.I.K., M.A.P., mengatakan bahwa menindaklanjuti informasi tersebut, tim langsung bergerak melakukan pemantauan ketat di kawasan Palupuh. Tak lama kemudian, petugas mendeteksi sebuah mobil Toyota Yaris warna merah dengan nomor polisi B 2626 EU yang gerak-geriknya sangat cocok dengan hasil analisis intelijen tengah meluncur membawa barang haram dari arah Sumatera Utara menuju Sumatera Barat.
Petugas kemudian melakukan pembuntutan (shadowing) secara seksama hingga akhirnya penyergapan berhasil dilakukan di kawasan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam.
Di dalam mobil mewah berwarna merah tersebut, polisi mendapati dua orang pemuda berinisial MAH (21), warga Labuah Basilang, Kota Payakumbuh, dan RWM (20), warga Jalan Anggrek III, Kelurahan Limbukan, Kota Payakumbuh,” ungkap Kombes Pol Wedy Mahadi, Kamis (30/7/2026).
Ketika dilakukan penggeledahan yang disaksikan oleh warga setempat, petugas menemukan 1 (satu) karung goni berisi 21 paket besar diduga narkotika jenis ganja serta 1 paket kecil ganja.
Selain satu karung goni berisi puluhan paket ganja siap edar, petugas kepolisian turut menyita sejumlah barang pendukung kejahatan, di antaranya:
• 1 (satu) unit mobil Toyota Yaris warna merah No. Pol: B 2626 EU
• 1 (satu) unit telepon seluler Android merk Oppo warna biru
• 1 (satu) unit telepon seluler merk iPhone warna putih
• 1 (satu) unit telepon seluler Android merk Samsung warna putih
Saat ini, kedua terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah digelandang ke Mako Ditresnarkoba Polda Sumbar guna menjalani proses penyidikan intensif serta pengembangan jaringan yang lebih luas.
Dirresnarkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Wedy Mahadi menegaskan, bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi para bandar dan kurir narkoba yang mencoba merusak masa depan generasi muda di Ranah Minang.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan ketelitian tim di lapangan dalam membaca serta menganalisis pergerakan jaringan narkotika lintas provinsi, khususnya dari Panyabungan menuju Sumatera Barat. Kami berkomitmen untuk terus memutus rantai pasok dan membongkar jaringan ini sampai ke akar-akarnya. Tidak ada tempat bagi pelaku narkoba di Sumatera Barat,” tegas Kombes Pol Wedy Mahadi.
Senada dengan Dirresnarkoba, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr.A.P., turut memberikan apresiasi atas keberhasilan Timsus Ditresnarkoba. Kabid humas juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua dan kaum muda, agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika.
“Kami mengimbau masyarakat agar senantiasa peduli dengan lingkungan sekitar dan segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan terkait peredaran gelap narkoba. Perang terhadap narkoba adalah tanggung jawab kita bersama demi menyelamatkan generasi bangsa,” pungkasnya.
(Andra Sikumbang)


