“Transportasi Lancar, Ekonomi Tumbuh” Jadi Motor Kebangkitan Nagari di Pasaman

More articles

Melalui program unggulan “Transportasi Lancar, Ekonomi Tumbuh”, Pemerintah Kabupaten Pasaman terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan sebagai upaya membuka keterisolasian wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat hingga ke pelosok nagari.

Di bawah kepemimpinan Welly Suhery bersama Wakil Bupati H. Parulian, pembangunan jalan tidak hanya dipandang sebagai proyek fisik semata, tetapi menjadi strategi besar memperlancar distribusi hasil pertanian, memudahkan akses pendidikan dan kesehatan, serta menekan biaya transportasi masyarakat.

Program tersebut diperkuat melalui arah kebijakan pembangunan dalam RPJMD 2025–2029 yang menitikberatkan pada pemerataan konektivitas antarwilayah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Pasaman. Pemerintah daerah juga memperkuat regulasi dengan pemutakhiran Surat Keputusan jalan kabupaten yang kini mencakup 317 ruas jalan dengan total panjang mencapai 795,918 kilometer.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pasaman, Choiruddin Batubara, mengatakan pembangunan jalan menjadi urat nadi pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi sektor pertanian, perdagangan, pendidikan, hingga pelayanan dasar lainnya.

Hal itu disampaikannya saat jumpa pers di Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika Pasaman, Selasa (19/5/2026).

Menurut Choiruddin, hasil pembangunan infrastruktur mulai menunjukkan dampak positif. Berdasarkan survei PKRMS, tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Pasaman meningkat dari 53,27 persen pada tahun 2023 menjadi 55,77 persen pada tahun 2024.

Memasuki tahun 2025, angka tersebut tetap stabil di level 55,11 persen meski daerah menghadapi tantangan pascabencana alam dan efisiensi anggaran.

Pemerintah Kabupaten Pasaman juga menyiapkan langkah besar pada tahun 2026 dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp41 miliar untuk pembangunan jalan. Anggaran tersebut ditargetkan mampu meningkatkan tingkat kemantapan jalan kabupaten menjadi 57,77 persen.

Selain itu, sinergi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat turut memperkuat pembangunan melalui dukungan anggaran gabungan sebesar Rp52,6 miliar untuk rekonstruksi jalan, jembatan, serta pemeliharaan ruas strategis provinsi.

Beberapa ruas prioritas yang menjadi fokus penanganan di antaranya Padang Sawah–Kumpulan, Simpang Tanjung Air–Muaro Sei Lolo Gelugur, dan Panti–Simpang Empat.

Sementara melalui program Inpres Jalan Daerah Tahun 2026, pembangunan besar juga akan dilakukan pada ruas Simpang III Rumbai–Muara Tais dengan nilai anggaran mencapai Rp34,06 miliar sepanjang 7,42 kilometer, serta percepatan penanganan ruas Lanai–Batang Kundur sepanjang 4 kilometer dengan anggaran Rp20 miliar. (Maryong).

About The Author

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest