Sawahlunto – Komunitas Wartawan Peduli Kabut Asap Sawahlunto 2026 menyalurkan bantuan masker kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kabut asap. Kegiatan ini mendapat dukungan dari tiga perbankan, yakni Bank Nagari, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Mandiri.
Penyerahan bantuan dilakukan di kantor masing-masing bank. Bantuan dari Bank Nagari diserahkan oleh Irfan yang mewakili pimpinan bank. Sementara itu, bantuan dari BRI diserahkan langsung oleh Pimpinan BRI, Cherismon, di ruang kantornya. Adapun Bank Mandiri diwakili oleh Welky bersama staf manajemen.
Seluruh bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua Komunitas Wartawan Peduli Sawahlunto, Yanto. Kegiatan ini juga dilaksanakan melalui kerja sama dengan Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia (IPJI) DPC Sawahlunto.
Masker yang terkumpul selanjutnya akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama pelajar, pengemudi ojek, pengendara sepeda motor, dan pejalan kaki. Pembagian masker ini diharapkan dapat membantu mengurangi paparan debu dan partikel asap serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan.
Yanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan Bank Nagari, BRI, dan Bank Mandiri atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, kepedulian berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat, terutama ketika menghadapi kondisi yang berpotensi mengganggu kesehatan dan keselamatan warga.
Ia menjelaskan, Komunitas Wartawan Peduli Sawahlunto telah menjalankan kegiatan sosial dan kemanusiaan selama 13 tahun. Dalam perjalanannya, komunitas tersebut turut menyalurkan bantuan ke sejumlah daerah yang dilanda bencana, di antaranya Banda Aceh saat gempa Sigli, kawasan Tanah Karo, Sumatera Utara, ketika terjadi erupsi Gunung Sinabung, serta beberapa wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari, seperti beras, mi instan, pakaian layak pakai, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Yanto mengatakan, dalam kegiatan bantuan bencana tertentu, pihaknya pernah menyalurkan uang tunai sebesar Rp2,5 juta untuk setiap keluarga yang rumahnya hanyut, dengan penyaluran melalui posko atau tenda pengungsian. Kegiatan tersebut terlaksana berkat tingginya kepedulian masyarakat Kota Sawahlunto terhadap saudara-saudara yang tertimpa musibah.
Sebagai koordinator komunitas, Yanto berharap dukungan dari dunia usaha, khususnya sektor perbankan, dapat terus berlanjut dan tidak terbatas pada kegiatan pembagian masker.
Ia juga mengapresiasi konsistensi para wartawan yang tergabung dalam komunitas tersebut dalam menjalankan kegiatan sosial. Salah satu agenda rutin yang terus dilaksanakan adalah pembagian takjil gratis kepada masyarakat selama satu bulan penuh pada Ramadan.
Menurutnya, semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama menjadi landasan bagi komunitas untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.
Yanto berharap sinergi antara komunitas wartawan, perbankan, dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan di Kota Sawahlunto dapat berjalan secara berkelanjutan. (d)


