Medan – Keresahan Awak Mobil Tangki (AMT) PT EP Medan kian memuncak. Pekerja yang menggantungkan hidupnya dari mengemudi truk tangki ini justru dijadikan “sapi perahan” oleh segelintir oknum tak bermoral.
Peristiwa bermula ketika salah satu AMT menghentikan kendaraannya di tengah jalan. Tanpa peduli alasan, dua orang yang mengaku wartawan berinisial SARAG dan RH langsung memotret mobil tangki tersebut. Mereka kemudian menghubungi seorang pengawas PT EP Medan yang diduga sudah “main mata” dengan mereka.
Tak lama berselang, AMT itu mendapat telepon berisi ancaman: ia dituduh “kencing di jalan” dan akan dilaporkan ke pimpinan jika tidak menyetor uang antara Rp5 juta hingga Rp10 juta per mobil.
Informasi yang dihimpun tim wartawan Medan Utara mengindikasikan adanya kongkalikong antara oknum pengawas berinisial A dengan dua “wartawan gadungan” itu. Nama baik profesi wartawan pun tercoreng gara-gara ulah busuk mereka yang kerap meresahkan AMT.
BR (57), warga Labuhan Deli yang dikenal sebagai pemerhati BUMN, mengecam keras praktik pemerasan ini.
“Kalau tidak mau jadi sapi perahan, AMT PT EP Medan harus berani melawan. Laporkan ke polisi! Kalau perlu, hadang di jalan dan bikin mereka kapok,” tegasnya.
“Dirut PT EP Medan juga jangan diam. Laporkan oknum-oknum yang mencatut nama wartawan itu ke Dewan Pers. Pengawas yang terlibat segera dimutasi, bahkan dipecat,” tambahnya dengan nada geram.
Hingga Rabu dini hari, laporan terkait pemerasan terhadap AMT oleh oknum yang mengaku wartawan masih terus mengalir ke tim wartawan Medan Utara.
Tim







