Ribuan Warga Tapteng Geruduk Kantor Bupati, Desak Kepastian Jadup dan Transparansi Data Bantuan

More articles

PANDAN, TAPANULI TENGAH – Ribuan warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah mendatangi Kantor Bupati Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (17/6/2026).

Aksi yang diikuti sekitar 2.000 orang ini jadi bentuk kekecewaan masyarakat terhadap belum jelasnya pencairan Jaminan Hidup Tahap II dan Tahap III serta bantuan rumah rusak bagi korban bencana.

*Tuntutan Warga*
Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Pemuda Tapanuli Tengah datang membawa spanduk, poster, dan pengeras suara. Mereka menuntut Pemkab Tapteng segera memberi kepastian soal bantuan yang dinanti warga terdampak.

Sejak pagi, warga berdatangan dan bertahan di bawah terik matahari depan Kantor Bupati. Dalam orasi di mobil komando, massa menilai warga terlalu lama diberi harapan tanpa kepastian. Setiap ditanya, jawaban pemerintah selalu “akan segera cair”, tapi realisasinya belum sesuai harapan.

*Suara Perwakilan Aksi*
Perwakilan Aliansi, Susanto Lasmanberd Sitompul, menegaskan aksi ini bukan cari ribut. “Kami datang untuk meminta kejelasan. Korban bencana sudah terlalu lama menunggu. Masyarakat membutuhkan kepastian, bukan sekadar janji yang terus diulang,” katanya.

Susanto menyebut keresahan makin besar karena janji pencairan tiap Kamis tak terbukti. “Kamis berlalu, bantuan belum juga diterima banyak warga. Hal inilah yang membuat masyarakat kecewa dan turun langsung ke jalan.”

*Kritik Minimnya Kehadiran Bupati*
Sejumlah warga membandingkan sikap bupati saat Pilkada dengan sekarang. “Dulu waktu meminta suara rakyat, beliau datang langsung ke desa-desa. Tetapi sekarang ketika rakyat datang menyampaikan aspirasi, masyarakat merasa sulit bertemu langsung dengan pemimpinnya,” ujar seorang peserta aksi.

Massa juga menyorot pejabat yang selalu ditugaskan menerima aspirasi. “Kami menghormati Asisten I dan seluruh pejabat yang diutus. Tetapi rakyat ingin mendengar penjelasan langsung dari bupati. Karena yang meminta kepercayaan rakyat adalah bupati,” teriak orator.

*Desakan Transparansi Data*
Koordinator Lapangan, Eva Susanti, menyebut ribuan warga yang hadir gambaran keresahan korban bencana. “Ini bukan soal politik. Ini soal hak masyarakat korban bencana yang sampai hari ini masih menunggu kepastian.”

Selain pencairan Jadup, massa mendesak Pemkab Tapteng buka seluruh data bantuan ke publik. Mulai dari jumlah bantuan masuk, sumber bantuan, daftar penerima, sampai realisasi penyaluran. Menurut massa, keterbukaan penting untuk hindari spekulasi.

*Sikap Warga*
Sepanjang aksi, poster dan spanduk tuntutan transparansi dibentangkan di depan Kantor Bupati. “Rakyat tidak bisa hidup dari janji. Korban bencana membutuhkan kepastian. Yang diharapkan masyarakat hari ini adalah tindakan nyata, keterbukaan informasi, dan keberanian pemimpin untuk hadir langsung mendengar suara rakyat,” kata salah satu tokoh masyarakat.

Ribuan warga menegaskan akan terus mengawal persoalan bantuan korban bencana hingga ada kejelasan yang bisa diterima masyarakat.

Seluruh kegiatan aksi berjalan dengan damai, usai diterima Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu massa kemudian membubarkan diri dengan tertib. (wr warasi)

About The Author

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest