Tubaba – Dinas pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menegaskan bahwa kegiatan Revitalisasi Pembangunan tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam Pengawasan Universitas Muhammadiyah Metro dan Universitas Lampung (UNILA).
Disdik Tubaba mengklaim Inspektorat dan Apapun itu tidak bisa melakukan Pemeriksaan dengan alasan kegiatan Revitalisasi Pembangunan tingkat SD dan SMP di Tubaba merupakan Program dari Pusat.
Badri Kepala Bidang Kebudayaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Melalui sambungan WhatsApp. Selasa (11/11/2025)
Ketika dimintai tanggapan terkait minimnya Pengawasan program Revitalisasi Pembangunan di Beberapa sekolah tingkat SD dan SMP di Tubaba berkilah kegiatan tersebut merupakan Program Pusat.
“Pekerjaan dari Pusat, bukan dari Daerah. Mau dia inspektorat mau segala macamnya tidak bisa memeriksa pekerjaan itu karena itu bukan pekerjaan dari Daerah, pekerjaan Pusat, PPKnya orang pusat.” Kilahnya
Badri menegaskan, Program Revitalisasi wajib ada pengawas.
Namun dirinya beralasan untuk mengarahkan kroscek kembali kebenaran daftar hadir Pengawas melalui absensi kehadiran.
” Menurut kami kalau tidak ada pengawas segala macam tidak akan jadi itu. Cek aja di absensi pengawas segala macam, kalau dia ada absen.” Elak badri
Ketika dimintai langkah apa yang akan dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tubaba. Badri berdalih tidak memiliki kewenangan untuk menentukan langkah dengan alasan kegiatan tersebut merupakan program dari pusat.
“Sekolahan itu tanpa adanya pengawasan. Kami tidak bisa menentukan langkah, karena kami bukan PPK segala macemnya. Mau di berhentikan kegiatan, kan tidak punya kewenangan.” Kelitnya
Ketika kembali ditegaskan tanggapan terkait kepengawasan yang diberlakukan terhadap sekolah-sekolah penerima Program Revitalisasi di Tubaba Badri menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan Pusat.
“Lailahailallah, bagaimana kami mau menanggapi. Kalau kami memberikan tanggapan, berarti saya berperan disitu. Sayakan tidak ada peran disitu jadi tak ada tanggapan.” cetusnya
Badri menambahkan Pengawasan dalam Program Revitalisasi di Tubaba melibatkan dua Universitas ternama di Lampung yaitu Universitas Muhammadiyah Metro untuk Pengawasan Revitalisasi tingkat SMP dan Universitas Lampung (Unila) untuk pengawasan Program Revitalisasi tingkat SD.
“Pengawas untuk SMP universitas Muhammadiyah Metro, untuk SD Unila pengawasan” bebernya
Badri menjelaskan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memiliki tugas Manajerial didalam program Revitalisasi.
“Kalau kami hanya memastikan bahwasannya sekolah penerima itu benar dan sudah verifikasi segala macam, itu tugas kami melaksanakan evaluasi kegiatan itu setelah terbangun kami akan evaluasi apa hasil kegiatan itu, itu yang kami Kirim ke pusat.” Beber dia.
Efendi


