Tubaba — Program Bantuan Pemerintah untuk Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Tulang Bawang Barat diduga lemah dalam pengawasan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait kualitas dan transparansi pelaksanaan proyek tersebut.
Pengawasan menjadi faktor krusial dalam setiap pembangunan. Selain menjamin kesesuaian pekerjaan dengan rencana, pengawasan juga berfungsi mencegah pemborosan, penyelewengan, serta memastikan mutu dan keselamatan kerja. Namun, lemahnya pengawasan di lapangan membuat kualitas pembangunan sekolah penerima bantuan ini diragukan.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah pekerja proyek tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagaimana mestinya. Banyak yang bekerja tanpa helm, sarung tangan, maupun sepatu keselamatan. Lebih parah lagi, aktivitas proyek di beberapa sekolah berlangsung tanpa kehadiran pengawas teknis di lokasi.
Beberapa sekolah yang menerima bantuan revitalisasi di antaranya SMP Bina Desa Penumangan, SDN 16 Tulang Bawang Tengah Tirta Kencana, dan SDN 40 Tulang Bawang Tengah Panaragan Jaya.
Kepala SMP Bina Desa Penumangan, Aris Sutopo, S.Pd, mengakui bahwa pengawas proyek tidak selalu hadir di lapangan.
“Minggu kemarin sempat datang pengawasnya, tapi minggu ini belum. Mungkin besok datang lagi,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).
Hal senada disampaikan Samsul, salah satu pekerja di SDN 16 Tulang Bawang Tengah. Ia mengatakan pengawas proyek jarang memantau pekerjaan secara intensif.
“Jarang datang. Kadang sehari dua kali datang, tapi sebentar saja lalu pergi lagi,” tuturnya.
Sementara itu, Mingun, pekerja di SDN 40 Tulang Bawang Tengah, mengeluhkan sulitnya koordinasi akibat jarangnya kehadiran pengawas.
“Dalam seminggu paling sekali atau dua kali datang. Sekarang cat habis, kami bingung harus lapor ke siapa. Mau lanjut pasang keramik, pasir juga habis,” ungkapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tulang Bawang Barat belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada pejabat terkait belum mendapat tanggapan.
Minimnya pengawasan dalam proyek revitalisasi pendidikan ini diharapkan segera mendapat perhatian serius dari pihak berwenang, agar tujuan utama program — meningkatkan kualitas sarana pendidikan — benar-benar tercapai.
Fendy


