Banner iklan Muba

Terungkap! Korban Kebakaran di Solok Konsumsi Bantuan Kedaluwarsa, Dinsos Benarkan Kelalaian

More articles

KOTA SOLOK – Fakta mengejutkan terungkap dalam penyaluran bantuan bagi korban kebakaran di Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok. Sejumlah makanan siap saji yang telah melewati masa kedaluwarsa ditemukan dalam paket bantuan yang diterima korban kebakaran rumah, sementara pihak Dinas Sosial Kota Solok mengakui adanya kelalaian dalam proses pemeriksaan barang sebelum disalurkan.

Temuan tersebut terungkap saat tim media meninjau kondisi rumah milik Zuarni (54), korban kebakaran yang terjadi pada 8 Juni 2026 lalu. Hingga akhir September 2026, rumah yang berada di RT 02/RW 05, Kelurahan Nan Balimo, itu masih dalam kondisi rusak berat dan belum sepenuhnya dipulihkan.

Di lokasi, terlihat bangunan rumah tanpa atap dengan dinding yang menghitam akibat kebakaran. Sejumlah perabot yang hangus masih berada di sekitar bangunan. Di samping rumah tersebut berdiri sebuah gubuk darurat sederhana yang kini menjadi tempat tinggal sementara Zuarni bersama keluarganya.

Saat melakukan penelusuran di lokasi, ditemukan kemasan lauk siap saji Ayam Balado bantuan sosial dengan keterangan tanggal kedaluwarsa 3 Juni 2026. Tanggal tersebut menunjukkan produk telah melewati batas konsumsi lima hari sebelum peristiwa kebakaran yang terjadi pada 8 Juni 2026.

Zuarni mengaku bantuan makanan tersebut sempat dikonsumsi oleh dirinya dan anggota keluarga karena saat itu mereka berada dalam kondisi sulit pascakebakaran.

“Waktu itu kami sangat membutuhkan makanan. Bantuan yang datang langsung kami konsumsi. Belakangan saat membereskan sisa barang, kami baru melihat tanggal kedaluwarsanya ternyata sudah lewat,” ujar Zuarni sambil menunjukkan kemasan yang masih tersimpan.

Untuk memastikan asal bantuan tersebut, tim media melakukan konfirmasi kepada Dinas Sosial Kota Solok pada Kamis (1/10/2026). Kepala Dinas Sosial Kota Solok, Melda Muniati, didampingi Sekretaris Dinas, membenarkan bahwa paket makanan tersebut merupakan bantuan yang disalurkan melalui instansinya.

Menurut Melda, terjadi kelalaian dalam proses pengecekan masa berlaku barang sebelum bantuan didistribusikan kepada korban.

“Memang benar bantuan tersebut disalurkan melalui Dinas Sosial. Kami mengakui ada kekhilafan dan kelalaian dalam pemeriksaan masa berlaku barang sebelum dikirim. Hal ini menjadi evaluasi serius bagi kami agar tidak terulang kembali,” kata Melda.

Pengakuan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme pengawasan dan verifikasi bantuan sosial sebelum didistribusikan kepada masyarakat, terutama bagi warga yang berada dalam kondisi darurat pascabencana.

Di sisi lain, Zuarni mengaku hingga saat ini proses pembangunan kembali rumahnya masih mengandalkan bantuan keluarga dan gotong royong warga sekitar.

“Rumah ini kami bangun sedikit demi sedikit dengan bantuan keluarga dan tetangga. Selain bantuan makanan waktu itu, tidak ada lagi bantuan yang kami rasakan untuk pemulihan rumah,” ujarnya.

Lebih dari 100 hari setelah kebakaran terjadi, keluarga Zuarni masih bertahan di hunian darurat yang berdiri di samping rumah yang rusak. Kondisi tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan mengenai tindak lanjut penanganan pascabencana, termasuk pengawasan kualitas bantuan yang disalurkan kepada korban.

Kasus ini juga menjadi sorotan karena lokasi rumah korban berada tidak jauh dari kawasan pusat pemerintahan Kota Solok. Namun hingga kini, korban mengaku masih menunggu langkah lanjutan yang dapat membantu pemulihan tempat tinggal dan kehidupan keluarganya.

Sejumlah pertanyaan pun mengemuka: bagaimana prosedur pemeriksaan barang bantuan dilakukan sebelum distribusi, bagaimana sistem pengawasan terhadap masa berlaku produk yang disalurkan kepada masyarakat, serta langkah apa yang akan ditempuh setelah adanya pengakuan kelalaian dari instansi terkait.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga korban masih menempati gubuk darurat dan berharap adanya perhatian serta tindak lanjut dari pihak-pihak terkait atas kondisi yang mereka alami. ( Rian)

About The Author

spot_img

Latest