AIE DINGIN, LEMBAH GUMANTI – Kontestasi Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Aie Dingin periode 2026-2034 mulai memanas. Salah satu nama yang kini menjadi perhatian masyarakat adalah Syafni Nola Putri, S.Si., M.I.Kom, yang resmi mengambil formulir pendaftaran bakal calon Wali Nagari di Sekretariat Panitia Pemilihan Wali Nagari (P2WN), Kamis (11/6/2026).
Kehadiran Nola menambah warna baru dalam dinamika demokrasi nagari. Sosok yang dikenal aktif di bidang pendidikan, komunikasi, dan pengembangan ekonomi kreatif ini mengaku keputusannya maju lahir dari dorongan serta aspirasi berbagai elemen masyarakat, mulai dari ninik mamak, bundo kanduang, cadiak pandai, tokoh pemuda hingga masyarakat umum.
“Banyak harapan yang saya dengar agar Nagari Aie Dingin terus berkembang tanpa meninggalkan nilai adat dan budaya yang menjadi jati diri masyarakat,” ujarnya.
Menurut Nola, tantangan pembangunan nagari saat ini menuntut pemimpin yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Digitalisasi pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan generasi muda, hingga pengembangan UMKM dan sektor pertanian menjadi agenda penting yang perlu mendapat perhatian serius.
Bukan sosok baru di Aie Dingin, Nola pernah mengabdi sebagai staf Wali Nagari pada periode 2019–2022. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman langsung mengenai tata kelola pemerintahan nagari dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai organisasi dan saat ini menjabat sebagai Direktur Idea Corner, komunitas yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya manusia, literasi digital, pelatihan, dan inovasi berbasis teknologi.
Sementara itu, Ketua P2WN Aie Dingin, Yeni Sovia Yunus, S.Pd, menegaskan bahwa panitia akan menjalankan seluruh tahapan Pilwana secara profesional, adil, dan transparan.
“Kami membuka kesempatan yang sama bagi seluruh putra-putri terbaik Nagari Aie Dingin yang ingin mengabdikan diri. Semua berkas akan diverifikasi sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Pilwana Aie Dingin tahun ini dinilai menarik karena berlangsung di tengah tuntutan perubahan yang semakin cepat. Masyarakat tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga terobosan dalam pelayanan publik, pengembangan ekonomi, pendidikan, teknologi, serta pemberdayaan generasi muda.
Masuknya Syafni Nola Putri ke bursa calon Wali Nagari menjadi simbol munculnya generasi baru dalam kepemimpinan nagari. Kini, masyarakat Aie Dingin menanti adu gagasan dan program yang mampu menjawab kebutuhan nagari untuk delapan tahun ke depan.
Pada akhirnya, Pilwana bukan sekadar memilih pemimpin, tetapi menentukan arah masa depan Nagari Aie Dingin. Siapa pun yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjaga adat, memperkuat ekonomi masyarakat, dan menghadirkan pelayanan yang lebih baik demi terwujudnya nagari yang maju, mandiri, dan berdaya saing. yans

