Anita Firdaus, Putri Petani dari Bojonegoro yang Raih Predikat Wisudawan Terbaik UIN Walisongo

More articles

Perjuangan panjang Anita Firdaus dalam menempuh pendidikan tinggi akhirnya membuahkan hasil membanggakan. Mahasiswi asal Bojonegoro, Jawa Timur, itu dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Program Studi Manajemen Haji dan Umrah (MHU) jenjang S1 di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,73.

Prestasi tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi Anita yang mengaku tidak pernah membayangkan akan meraih predikat terbaik di program studinya.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bahagia. Saya tidak menyangka bisa menjadi wisudawan terbaik di jurusan Manajemen Haji dan Umrah. Semoga ilmu yang diperoleh membawa manfaat dan keberkahan,” ujarnya, dikutip dari laman Kementerian Agama, Minggu (24/5/2026).

Dalam menyelesaikan studinya, Anita mengangkat tema yang cukup aktual melalui skripsi berjudul Persepsi Jamaah Haji terhadap Kualitas Layanan Sistem Multi Syarikah pada KBIHU At-Tanwir Kabupaten Bojonegoro. Penelitian tersebut menyoroti sistem pelayanan haji multi syarikah yang mulai diterapkan pada 2025.

Menurut Anita, pemilihan topik tersebut merupakan arahan dari dosen pembimbing agar dirinya memiliki wawasan yang lebih luas sekaligus pengalaman berinteraksi dengan berbagai pihak di luar lingkungan kampus.

Meski demikian, proses penelitian tidak berjalan mudah. Anita yang mengaku memiliki sifat pemalu harus berulang kali mendatangi KBIHU dan menemui para jamaah untuk mengumpulkan data penelitian.

“Salah satu tantangan terbesar adalah saat mencari responden. Awalnya saya merasa canggung meminta izin kepada pihak KBIHU. Ketika bertemu jamaah, ada yang bersedia membantu, tetapi ada juga yang menolak. Dari pengalaman itu saya belajar untuk lebih berani,” katanya.

Motivasi dari Orang Tua

Di balik keberhasilannya, Anita menyimpan kisah perjuangan keluarga yang sederhana. Putri pasangan Ghozali dan Umariyah itu berasal dari keluarga petani. Meski kedua orang tuanya hanya menamatkan pendidikan hingga sekolah dasar, mereka selalu memberikan dukungan penuh agar anaknya dapat meraih pendidikan setinggi mungkin.

Pesan sederhana dari orang tua menjadi sumber motivasi yang terus ia pegang selama menempuh kuliah.

Menurut Anita, nasihat tersebut membuatnya tidak pernah merasa jenuh menjalani proses belajar. Ia selalu mengingat harapan kedua orang tuanya agar dapat mencapai pendidikan yang lebih tinggi daripada yang pernah mereka raih.

Selain itu, sang ibu juga kerap mengingatkannya untuk benar-benar memahami ilmu yang dipelajari. Dorongan itu membuat Anita memanfaatkan waktu luangnya di Ma’had atau pondok pesantren untuk memperdalam materi terkait haji dan umrah.

Disiplin Membagi Waktu

Selama menjalani perkuliahan, Anita tinggal di lingkungan Ma’had. Kondisi tersebut menuntutnya untuk mampu mengatur waktu antara aktivitas pesantren dan kewajiban akademik.

Ia berkomitmen menyelesaikan tugas-tugas kuliah setelah seluruh kegiatan di pondok selesai. Dukungan dari teman-teman yang saling membantu dalam memahami materi perkuliahan juga menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilannya.

Pada awal masa kuliah, Anita mengaku tidak pernah menargetkan menjadi lulusan terbaik. Namun, memasuki semester empat, ia mulai menyusun target untuk lulus tepat waktu pada semester delapan dengan predikat cumlaude. Target tersebut akhirnya berhasil diwujudkan melalui kerja keras dan doa yang konsisten.

Ingin Lanjut S2 dan Bangun Usaha

Saat mengenang perjuangan orang tuanya, Anita menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan doa yang tidak pernah putus selama masa studinya.

Ia meyakini bahwa kesuksesan dapat diraih siapa saja selama disertai usaha dan tawakal. Karena itu, setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Anita tidak ingin berhenti belajar.

Ke depan, ia berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) sekaligus merintis usaha dengan membangun merek bisnis sendiri.

“Rencana selanjutnya adalah melanjutkan studi S2 dan bekerja sambil membangun usaha sendiri,” ujarnya.

Kepada rekan-rekannya sesama wisudawan, Anita berpesan agar tetap bersemangat menghadapi tantangan setelah lulus kuliah.

Menurutnya, wisuda bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal memasuki babak baru kehidupan yang sesungguhnya.

About The Author

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest